Brimob Sumut Berpacu Dengan Waktu, Evakuasi Korban Terus Berjalan, Sumur Bor Rampung Untuk Warga Tapteng
Dalam kegiatan evakuasi, satu regu personel SAR Batalyon A yang dipimpin Aipda Haris Sahat Simarmata bergabung bersama tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, dan instansi terkait. Tim bergerak cepat menuju Dusun IV Malaka, Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, setelah menerima laporan masyarakat terkait adanya korban bencana alam. Hingga saat ini, upaya pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan dengan menyisir area terdampak dan lokasi-lokasi yang diduga menjadi titik keberadaan korban, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan personel serta koordinasi lintas instansi.
Di lokasi berbeda, personel SAR Batalyon A lainnya di bawah pimpinan AKP Ridwan melaksanakan kegiatan pembangunan sumur bor dan pemasangan tandon air di Lingkungan IV Pondok Saro, Kelurahan Sibuluan Indah, Kecamatan Pandan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Hingga akhir pelaksanaan, pembangunan fasilitas air bersih tersebut telah selesai 100 persen dan siap dimanfaatkan oleh warga sekitar.
Komandan Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sumut, KOMPOL Mukhtar I. Kadoli, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa keterlibatan Brimob dalam penanganan bencana tidak hanya difokuskan pada fase tanggap darurat, tetapi juga pada proses pemulihan kebutuhan dasar masyarakat.
“Brimob hadir untuk membantu masyarakat secara nyata, baik dalam upaya pencarian dan evakuasi korban maupun pemulihan pascabencana, salah satunya melalui penyediaan sarana air bersih. Kami berharap apa yang dilakukan dapat meringankan beban warga dan membantu mereka bangkit kembali,” ujarnya.(S.Simanjuntak)
Ditengah Luka Bencana, Brimob Sumut Hadir Membersamai Warga Batang Toru
Kegiatan dilaksanakan di Desa Huta Godang, Batu Horing, Aek Ngadol, Napa, dan Batu Hula. Personel Brimob bersama unsur TNI–Polri bahu-membahu melaksanakan pembersihan halaman rumah warga, pembuatan parit untuk mengantisipasi genangan air, serta membantu masyarakat yang masih tinggal di tenda hunian sementara. Kehadiran Brimob di lokasi bencana menjadi wujud nyata negara hadir di saat masyarakat membutuhkan.
Selain pembersihan lingkungan, personel Brimob juga turut membantu pembangunan fasilitas pendukung di kawasan hunian tetap (HUNTAP), berupa pembangunan gudang penyimpanan bahan dan alat bangunan. Upaya ini diharapkan dapat mendukung kelancaran proses pembangunan hunian warga secara bertahap dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk kepedulian menyeluruh, personel Brimob Polda Sumatera Utara turut membantu operasional dapur lapangan guna mendukung kebutuhan konsumsi masyarakat terdampak dan personel yang bertugas di lapangan. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan kebersamaan, dan menjunjung tinggi nilai gotong royong.
Kehadiran Brimob Sumut di tengah masyarakat tidak hanya membawa tenaga dan bantuan fisik, tetapi juga menghadirkan semangat, harapan, dan rasa aman bagi warga yang sedang berjuang bangkit dari dampak bencana. Masyarakat setempat pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian serta dedikasi yang diberikan.
Brimob Polda Sumatera Utara akan terus berkomitmen hadir dan berbuat, mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan berjalan optimal.(*/S.Simanjuntak)
Menguatkan Dari Puing Bencana, Brimob Sumut Gotong Royong Pulihkan Rumah Warga Dan Fasilitas Ibadah di Batang Toru
Kegiatan difokuskan pada pembersihan rumah warga yang terdampak material longsor serta perbaikan fasilitas ibadah yang menjadi kebutuhan penting masyarakat. Di Desa Aek Ngadol dan Desa Huta Godang, personel Brimob bahu-membahu membersihkan rumah warga dari timbunan tanah dan pasir, sekaligus membuat parit untuk mencegah genangan dan dampak susulan.
Selain membantu pemulihan rumah warga, personel Brimob juga melaksanakan renovasi sumur Masjid Taqwa Muhammadiyah Garoga. Upaya ini dilakukan agar masyarakat dapat kembali beribadah dan memenuhi kebutuhan air bersih dengan aman dan nyaman.
Kerja bakti kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Danki-1 Penugasan Batalyon C, AKP Januar Fazhari, S.H., yang turut memantau dan memastikan setiap kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan tepat sasaran sesuai kebutuhan warga di lapangan.
Melalui semangat gotong royong dan kebersamaan, kehadiran Brimob Sumut di tengah masyarakat tidak hanya membantu memulihkan lingkungan fisik, tetapi juga menghadirkan harapan dan ketenangan bagi warga yang tengah bangkit dari dampak bencana. Masyarakat setempat menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian serta dedikasi personel Brimob yang terus hadir membantu tanpa lelah.
Brimob Polda Sumatera Utara berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam setiap situasi, sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara.(*/S.Simanjuntak)
Penegembangan Aplikasi Airzone, Kebun Marjandi Nyatakan Dukungan Pengembangan Teknologi Ramah Lingkungan
Airzone merupakan aplikasi inovatif berbasis GPS yang dirancang khusus untuk memantau kualitas udara secara real-time. Kolaborasi ini dilakukan dalam rangka persiapan tim tersebut mengikuti ajang bergengsi lomba invensi dan pengabdian masyarakat BRIDA Kota Medan 2026 yang berlangsung pada 18 Januari hingga 10 Februari 2026.
Pihak manajemen Kebun Marjandi menilai bahwa inovasi ini memiliki relevansi tinggi terhadap kesehatan lingkungan kerja. “Kami melihat Airzone sebagai solusi cerdas yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memantau kesehatan lingkungan bagi karyawan di Kebun Marjandi. Oleh karena itu, kami menyambut baik dan siap memfasilitasi kegiatan pengujian serta sosialisasi aplikasi ini,” ujar perwakilan Manajemen Kebun (Muhammad Iqbal) Asisten Tanaman AFD 1 didampingi oleh Plt Asisten Personalia kebun Marjandi Ahmad Suhaimi.
Kegiatan pengujian ini diharapkan dapat menyempurnakan akurasi data aplikasi sebelum dipresentasikan ditingkat Kota, sekaligus meningkatkan kesadaran karyawan akan pentingnya kualitas udara di area perkebunan.(*Red)
PP IPA Tegaskan Dukungan Terhadap Pernyataan Kapolri, Kepolisian Tetap Dibawah Presiden
“Jadi, kalau tadi saya harus memilih, karena beberapa kali ada yang menyampaikan kapolri sudah 5 tahun, 5 tahun, kalau saya harus memilih, kemarin sudah saya sampaikan, bahkan ada beberapa orang yang menyampaikan ke saya lewat WA, ‘mau enggak pak kapolri jadi menteri kepolisian?’,” ungkapnya.
Merespons tawaran itu, Sigit menegaskan, dirinya lebih baik menjadi petani daripada memimpin Polri yang berada di bawah kementerian.
“Dalam hal ini saya tegaskan di hadapan bapak ibu sekalian, dan seluruh jajaran bahwa saya menolak polisi di bawah kementerian dan kalaupun saya yang jadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja,” ujarnya.
Hal itu mendapat tepuk tangan dan apresiasi dari sejumlah Anggota DPR-RI yang berhadir, khususnya Ketua Komisi III DPR-RI Habiburokhman.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Al Washliyah (PP IPA), Mhd. Amril Harahap angkat bicara dan menyatakan dukungan penuh terhadap pernyataan Kapolri dan keputusan Komisi III DPR RI yang terus mendukung kepolisian tetap independen sebagai lembaga negara yang langsung di bawah Presiden.
“Jangan coba merusak tatanan negara yang sudah baik jelas sudah TAP MPR No. 7 Tahun 2000 dan UU No. 2 Tahun 2002 dan Ini merupakan mandat Reformasi Tahun 1998,” ujar Amril yang dengan tegas menyatakan bahwa menepatkan kepolisian di bawah kementerian adalah kemunduran dalam desain tata negara.
Menurutnya, kepolisian harus tetap independen langsung dibawah presiden dan jangan ada coba-coba yang mau merusak tatanan negara yang sudah baik harus dilanjutkan dan menilai setiap saat rakyat butuh pada polisi maka pernyataan itu tersebut wajib mendapat dukungan agar dapat memperkuat peran kepolisian bukan justru melemahkan.d
Amril juga beranggapan Komisi III DPR RI juga sudah menegaskan keberpihakanya kepada Polri bahwa polisi harus tetap independen untuk menjaga supremasi hukum yang akuntabel.
Diakhir wawancara, Amril sangat mengapresiasi kebijaksanaan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam mempertahankan keutuhan dan marwah insitusi kepolisian republik indonesia bahkan berharap Kapolri dapat menjadi Mitra yang baik bagi kementerian serta sangat dekat dengan masyarakat.
“Pernyataan kepolisian harus di bawah kementerian adalah pernyataan liar yang dapat merusak tatanan negara, Hal ini sudah jelas dan tidak perlu lagi di perdebatkan bahwa kita butuh polisi yang kuat dan presisi,” tutup Aktivis Pelajar Nasional itu.(*/A.Halim)
Dianggap Rusak Tatanan negara,PP IPA : Polri Harus tetap Independent dibawah Presiden.
RMN Jakarta – Pernyataan Viral Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo di rapat komisi III DPR RI pada 26/01/2026 yang menyatakan Menolak Institusi Polri dibawah lembaga kementerian langsung mendapatkan sorotan publik Pasalnya Kapolri terbaik yang menjabat 5 tahun itu menegaskan bahwa” Saya Menolak Kepolisian dibawah naungan kementerian dan kalaupun saya menjadi menteri kepolisian saya lebih baik menjadi petani saja” yang disambut tepuk tangan dan ungkapan menyala pak kapolri oleh beberapa Anggota DPR RI Komisi III.
Hal ini mendapatkan Perhatian khusus dari Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Al Washliyah Ketua Umum PP IPA Mhd Amril Harahap angkat bicara dan menyatakan bahwa Pernyataan Bapak Jendral Listyo Sigit Prabowo selaku Kapolri ini Wajib kita dukung ,dan Keputusan Komisi III DPR RI hari ini yang mendukung Institusi Polri tetap Independen sebagai lembaga negara yang langsung di bawah presiden Wajib kita kawal , Jangan Coba Coba Merusak Tatanan Negara yang sudah baik jelas sudah TAP MPR Nomor 7 Tahun 2000 dan UU No. 2 Tahun 2002 dan Ini merupakan mandat Reformasi tahun 1998. Ujar Amril
Amril juga mengatakan secara tegas bahwa menepatkan posisi Kepolisian di bawah Kementerian adalah kemunduran dalam desain tata negara kita , Polri harus independen dan reponsif langsung dibawah Presiden Jangan ada coba coba yang mau merusak tatanan negara ini yang sudah baik harus dilanjutkan karena saya menilai setiap hari rakyat Indonesia butuh pada polisi maka pernyataan pak kapolri tersebut wajib kita dukung sebagai Masyarakat untuk memperkuat Peran Polisi Indonesia bukan malah melemahkan. Tambah Amril
DPR RI Komisi III juga sudah menegaskan Keberpihakanya kepada Polri bahwa Polisi harus tetap independent untuk menjaga supremasi hukum yang akuntabel , dan terakhir Amril Sangat Meng Apresiasi Kebijaksanaan Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo dalam mempertahankan Keutuhan dan Marwah Insitusi Kepolisian Republik Indonesia dan Juga Sebagai Kapolri dapat menjadi Mitra yang baik bagi kementerian dan Sangat dekat dengan Masyarakat Pernyataan Polisi harus di bawah kementerian adalah pernyataan liar yang dapat merusak tatanan negara, Hal ini sudah jelas dan tidak perlu lagi di perdebatkan bahwa kita butuh polisi yang kuat dan presisi.tutup Aktivis pelajar Nasional itu.(*/ril)
Polsek Pulau Raja Gelar Pisah Sambut Kapolsek Lama Dan Baru
Hadir pada acara tersebut, Danramil 16 Pulo Raja serta 4 Camat yang berada di wilayah hukum Polsek Pulau Raja. Pada kesempatan tersebut, Camat Rahuning M Yasir SH kata sambutan dari beliau mengatakan bahwa waktu yang 8 bulan ini rasanya seperti satu Minggu, karna Kapolsek bisa berbaur dan mengayomi masyarakat sehingga semua elemen merasa puas atas kinerja Kapolsek beserta semua personil.
Rasa kesal pasti timbul di masyarakat kok terlalu cepatnya pergantian ini jika boleh untuk selamanya sampai habis masa bakti bertugas. Namun itu semua atas kehendak pimpinan, harapan masarakat Kapolsek yang baru AKP Dafta Sitepu SH mampu berbuat seperti yang lama.
Terkait tentang keamanan, Kapolsek Iptu Dr Anwar Sanusi SH MH tidak tebang pilih, yang melanggar pidana wajib menjalani hukuman sesuai UU yang berlaku. Yang menjadi target beliau adalah narkoba dan perjudian, semua anggota/ personil harus bekerja serius jangan sampai ada narkoba dan perjudian di wilayah hukum Sektor Pulo Raja.(*/S.Tanjung)
