Beranda blog Halaman 266

Tim Jatanras Polres Simalungun Ungkap Pembunuhan Sadis Dalam 4 Jam, Pelaku Remaja 15 Tahun Ditangkap

RMN, Simalungun – Kerja profesional tim Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Simalungun patut diacungi jempol! Dalam waktu kurang dari 4 jam sejak laporan masuk, mereka berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis terhadap siswi SMP berinisial ZR (15) dan menangkap pelakunya yang ternyata juga remaja seusianya, AH (15). Aksi cepat dan terukur tim investigasi ini membuktikan profesionalisme tinggi dalam menangani kasus yang melibatkan anak di bawah umur.

Saat dikonfirmasi pada hari Senin, 29 Desember 2025, sekira pukul 10.40 WIB, Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba tidak menyembunyikan kekagumannya terhadap kinerja tim Unit Jatanras yang dipimpin Kanit Jatanras IPTU Ivan Roni Purba, S.H.

“Ini adalah masterpiece investigasi kriminal! Tim Jatanras kami menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mengungkap kasus ini. Dari penemuan mayat hingga penangkapan pelaku, prosesnya hanya memakan waktu sekitar 4 jam. Ini bukan main-main, ini adalah kerja detektif kelas tinggi!” ujar Kasi Humas Polres Simalungun dengan antusias.

Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Herison Manullang, S.H., yang memimpin langsung operasi penangkapan, menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah hasil dari kemampuan personel Sat Reskrim dan insting penyelidikan yang tajam di lapangan.

“Dengan kemampuan personel Sat Reskrim dan insting penyelidikan di lapangan, tersangka berhasil diketahui beserta motif pelaku kejahatan tersebut. Tim kami bekerja dengan fokus tinggi dan tidak memberikan celah bagi pelaku untuk melarikan diri,” ungkap Kasat Reskrim dengan bangga.

Kanit Jatanras IPTU Ivan Roni Purba, S.H., menjelaskan bahwa korban ZR adalah siswi kelas 3 SMP Negeri 2 Tapian Dolok yang tinggal di Pondok Huta Pondok Pabrik, Nagori Dolok Ulu. Kasus ini terungkap setelah dua karyawan PT. Bridgestone menemukan mayat pada Minggu sore.

“Timeline kejadian ini sangat cepat. Pukul 15.45 WIB mayat ditemukan, pukul 19.30 WIB pelaku sudah diamankan. Ini menunjukkan betapa efektifnya kerja tim investigasi kami,” ujar Kanit Jatanras menekankan kecepatan respons.

Kronologi dimulai ketika saksi S (51) dan MB (20), yang pulang dari memancing di Dolok Merangir, melihat lalat hijau berterbangan di area perkebunan PT. Bridgestone Blok Z 24. Rasa ingin tahu membawa mereka pada penemuan yang mengejutkan.

“Kedua saksi melihat gerombolan lalat hijau. Ketika mendekati, mereka menemukan mayat perempuan bercelana putih dan baju hijau dalam posisi telungkup. Sebuah handphone tergeletak di dekat kepala korban. Ini adalah petunjuk penting pertama,” ungkap AKP Verry Purba menjelaskan penemuan awal.

Saksi S segera menghubungi Pangulu Dolok Ulu, dan dalam hitungan menit, Tim Inafis Polres Simalungun bersama Polsek Serbelawan sudah berada di TKP. Kecepatan respons ini menjadi kunci keberhasilan investigasi.

“Tim Inafis langsung bergerak cepat melakukan olah TKP secara profesional. Mereka mengamankan satu unit HP merek ZTE, uang Rp 11.000 dengan berbagai pecahan, dan dua batang kayu ubi yang diduga alat pembunuhan. Setiap detail dicatat dengan cermat,” ungkap Kanit Jatanras menjelaskan proses olah TKP.

Momen emosional terjadi sekitar pukul 17.00 WIB ketika seorang warga datang ke lokasi sambil berteriak histeris, “Anak ku! Anak ku!” Setelah mayat ditelentangkan, identitas korban terkonfirmasi sebagai ZR, siswi kelas 9 SMP Negeri 2 Tapian Dolok.

“Teriakan itu memilukan. Seorang ayah kehilangan putrinya dengan cara yang sangat tragis. Tapi justru di sinilah tim kami bekerja lebih keras lagi, karena keluarga korban membutuhkan keadilan segera,” ujar AKP Verry Purba dengan empati.

Setelah olah TKP, mayat dibawa ke RSU Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk visum (otopsi) luar dan dalam. Sementara itu, tim investigasi tidak membuang waktu untuk memburu pelaku.

“Sambil menunggu hasil visum, tim Jatanras dan Polsek Serbelawan sudah bergerak mengumpulkan informasi, mewawancarai tiga saksi kunci, dan membangun profil tersangka. Kerja cerdas mereka membuahkan hasil,” ungkap Kasat Reskrim menjelaskan strategi investigasi.

Dan inilah klimaksnya: pada pukul 19.30 WIB, hanya 4 jam sejak penemuan mayat, Kasat Reskrim AKP Herison Manullang bersama Kapolsek Serbelawan IPTU Gunawan Sembiring beserta anggota berhasil mengamankan pelaku AH (15) dari rumah kakak kandungnya di Huta Pondok Burian, Nagori Nagur Usang.

“Boom! Pelaku diamankan sebelum sempat kabur lebih jauh. Tim kami bergerak presisi seperti operasi militer. Tidak ada drama, tidak ada kekerasan, semuanya berjalan profesional,” ujar Kasi Humas dengan antusias.

Yang membuat kasus ini semakin mencengangkan adalah pengakuan pelaku tentang cara pembunuhan yang sangat sadis. Pelaku mengaku mencekik korban dari belakang saat korban di atas sepedanya, memukul kepala dengan batu 5 kali, memukul pundak dan punggung dengan kayu ubi 5 kali, lalu menusuk tubuh korban dengan pisau hingga 10 tusukan.

“Pengakuan pelaku sangat detail. Ini menunjukkan teknik interogasi profesional tim kami. Tanpa kekerasan, tanpa paksaan, pelaku mengaku jujur tentang apa yang dilakukannya,” ungkap Kanit Jatanras.

Motif pembunuhan ini sungguh memprihatinkan: korban meminta uang kepada pelaku untuk membeli obat aborsi karena sedang hamil.

“Motif ini sangat tragis. Dua remaja yang seharusnya fokus belajar, justru terlibat dalam kasus yang sangat serius. Ini menjadi pelajaran penting tentang pengawasan orang tua terhadap pergaulan anak,” ujar AKP Verry Purba dengan nada serius.

Kasi Humas menegaskan bahwa tim telah melakukan semua prosedur standar kepolisian dengan sempurna: olah TKP lengkap, dokumentasi foto dan video, pemeriksaan saksi-saksi, pembuatan laporan polisi model B, permintaan visum otopsi, penangkapan pelaku, hingga pelaporan kepada atasan.

“Ini adalah contoh textbook bagaimana seharusnya investigasi kriminal dilakukan. Tim Jatanras Polres Simalungun membuktikan bahwa mereka adalah unit investigasi terbaik. Profesionalisme, kecepatan, dan akurasi semua ada di sini. Saya sangat bangga dengan kinerja mereka!” ucap AKP Verry Purba menutup keterangannya dengan penuh kebanggaan.(*/S.Simanjuntak)

Polres Pematang Siantar Dampingi Sat Brimob Polda Sumut Sterilisasi Lapangan Haji Adam Malik

RMN, Siantar – Polres Pematangsiantar dipimpin Kepala Satuan (Kasat) Samapta AKP Mariduk Tambunan SH. MH dampingi Satuan Brimob Polda Sumut melalui Personil Detasemen Gegana Tim Jibom Unit Komposit melaksanakan Sterilisasi di Lapangan Haji Adam Malik Kecamatan Siantar Barat, Rabu 31 Desember 2025 pagi pukul : 10.00 WIB.

Sterilisasi tersebut dalam rangka kesiapan Pengamanan Perayaan Malam Tahun Baru Doa bersama dan Penggalangan Dana Pray For Sumatera di Wilayah Hukum Polres Pematangsiantar.

Awalnya personil Detasemen Gegana Tim Jibom Unit Komposit dipimpin AIPDA M. Juliadi berkoordinasi dengan Kabag Ops selaku Karendal Ops Res Pematangsiantar AKP Ilham Harahap S.H. M.H.

Selanjutnya didampingi Kasat Samapta AKP Mariduk Tambunan SH. MH melaksanakan sterilisasi di Lapangan Haji Adam Malik meliputi Pentas, Soun Sistem, Kursi, Meja, Toilet Tong Sampah, Taman, Parkiran, Panel listrik, Area seputaran lapangan. Sekira pukul 13.00 wib sterilisasi di Lapangan Adam Malik selesai dan dilakukan serah terima berita acara.

Kasat Samapta AKP Mariduk Tambunan SH. MH mengatakan dalam pelaksanaan Sterilisasi tersebut personil Jibom tidak menemukan Barang atau Benda yang di curigai sebagai Handak/Bom. “Seluruh kegiatan sterilisasi berjalan lancar, aman dan baik,” Kata AKP Mariduk.(*/Rudi)

Polres Pematang Siantar Bersama Sat Brimob Sterilisasi Gereja Prioritas Jelang Ibadah Pergantian Tahun

RMN, Siantar – Polres Pematangsiantar dipimpin Kepala Satuan (Kasat) Samapta AKP Mariduk Tambunan SH. MH bersama Satuan Brimob Polda Sumut melalui Personil Detasemen Gegana Tim Jibom Unit Komposit laksanakan sterilisasi gereja jelang Pergantian Tahun di Wilayah Hukum Polres Pematangsiantar, Rabu (31/12/2025) sore sekira pukul : 15.00 WIB.

Kasat Samapta AKP Mariduk Tambunan SH. MH mengatakan Gereja yang disterilisasi mulai dari Gereja GKPS, Gereja HKBP, Gereja Katolik, Gereja HKI, Gereja HKBP Siantar Kota dan Gereja Gkps Peniel.

Sterilisasi meliputi Mimbar, Sound Sistem, Pohon Natal, Kursi, Meja, Toilet Tong Sampah, Taman, Parkiran, Panel listrik dan Area Seputaran Gereja. “Pukul 18.10 wib sterilisasi Gereja Prioritas di Wilayah Polres Pematangsiantar selesai Selanjutnya Serah terima berita acara,” ujarnya.

Kasat Samapta menambahkan dalam pelaksanaan Sterilisasi tersebut personil Jibom tidak menemukan adanya barang atau benda yang di curigai sebagai handak/bom. “Selama kegiatan sterilisasi berjalan lancar, situasi aman dan kondusif,” Pungkas AKP Mariduk.(*/Rudi)

Kapolsek Siantar Timur Pimpin Cek TKP Temuan Mayat di Kos kosan Jalan Pane

RMN, Siantar – Kapolsek Siantar Timur IPTU Edy J.J. Manalu SH. MH pimpin pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP) temuan mayat di Kos kosan Jalan Pane, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar, pada hari Rabu 31 Desember 2025 pagi sekira pukul 10.35 Wib.

Mayat jenis kelamin laki laki itu BSLT (71) warga Jalan Pane Kelurahan Tomuan Kecamatan Siantar Timur Kota Pematangsiantar.

Kapolsek Siantar Timur IPTU Edy J.J. Manalu SH. MH dalam laporannya mengatakan

3.Identitas Saksi-saksi sbb :
a. VASCO SIDABUTAR (Pemilik Kos), Laki-laki, 33 tahun, Kristen, Wiraswasta, Jl. Pane Nomor 191 Kel. Tomuan Kec. Siantar Timur kota Pematangsiantar, No Hp. 085261144441.

b. OLIM SIMANJUNTAK (Penghuni Kos), Laki-laki, 31 tahun, Kristen, Wiraswasta, Jl. Pane Nomor 171 Kel. Tomuan Kec. Siantar Timur kota Pematangsiantar.

4.Kronologi Kejadian :

Awalnya saksi OS (31) yang juga tinggal di kos kosan tersebut memberitahukan kepada pemilik kos kosan VS (33) bahwa dari dalam kamar kos nomor 1 yang dihuni korban tercium aroma tidak sedap sehingga pemilik kos bersama saksi lainnya mendobrak kamar tersebut dan mendapati korban sudah meninggal dunia posisi terbaring menyamping ke kanan serta tubuh mengeluarkan cairan.

Selanjutnya pemilik kos kosan melaporkan kejadian tersebut ke RT dan Pihak Kepolisian. Tak berapa lama Kapolsek Siantar Timur IPTU Edy J.J. Manalu SH. MH bersama personil piket dan Tim Inafias Sat Reskrim Polres Pematangsiantar datang ke TKP. Setelah dilakukan olah TKP, jenazah korban dievakuasi keruangan jenazah RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar.

Pada sore harinya adik kandung korban, M br. LT (66) yang tinggal di Kota Medan datang ke ruangan jenazah RSUD dr Djasamen Saragih dan membuat surat pernyataan tidak dilakukan autopsi sekaligus menerima meninggalnya korban karena korban sebelum meninggal selalu mengeluh sakit lambung, asma dan asam urat.

Adanya surat pernyataan tersebut dan hasil olah TKP tidak ditemukan tanda tanda kekerasan ditubuh korban maka pihak Polsek Siantar Timur menyerahkan jenazah korban kepada keluarga dibawa pulang untuk dikuburkan.

“Korban meninggal diduga akibat sakit dideritanya. Jenazah korban sudah diserahkan kepada keluarga karena keluarga sudah membuat surat pernyataan tidak dilakukan autopsi,” Pungkas IPTU Edy.(*/Rudi)

Polres Pematangsl Siantar Pastikan Ibadah Tahun Baru 2026 Aman Dan Kondusif

RMN, Siantar – Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang melaksanakan ibadah perayaan Tahun Baru 2026, Polres Pematangsiantar melaksanakan kegiatan apel pengecekan personel serta sterilisasi tempat ibadah (gereja), Kamis pagi (01/01/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB tersebut berlangsung di sejumlah gereja yang berada di wilayah hukum Polres Pematangsiantar. Sterilisasi dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Sterilisasi tempat ibadah dilaksanakan oleh Personel KI-2 Yon B Brimob Polda Sumut yang didampingi Personel Sat Samapta Polres Pematangsiantar, dengan pengamanan yang terkoordinasi dan profesional.

Adapun gereja yang menjadi sasaran pengamanan dan sterilisasi antara lain Gereja GKPS, Gereja HKBP, Gereja Katolik St. Laurensius Brindisi, Gereja HKI, Gereja HKBP Siantar Kota, serta Gereja GKPS Peniel.

Kasat Samapta Polres Pematangsiantar, AKP Mariduk Tambunan, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama.

“Pengamanan dan sterilisasi ini bertujuan untuk memastikan umat dapat melaksanakan ibadah perayaan Tahun Baru dengan rasa aman, nyaman, dan khusyuk. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan situasi tetap kondusif,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, tidak ditemukan adanya gangguan keamanan. Situasi di seluruh lokasi terpantau aman dan terkendali, serta mendapat apresiasi dari masyarakat dan jemaat gereja.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, Polres Pematangsiantar menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, guna menciptakan Kota Pematangsiantar yang aman, damai, dan harmonis.(*/Rudi)

Proyek Pembangunan Drainase di Dusun VI Desa Rahuning Yang Dikerjakan Cv Makmur Rezeki Jaya Terkesan Asal Jadi

RMN, Asahan – Pengerjaan proyek drainase di Desa Rahuning I, Dusun VI, Kabupaten Asahan yang dikerjakan Cv Makmur Rezeki Jaya dengan nilai kontrak Rp 197.733.000 terkesan asal jadi, dan volume atau panjang tidak ada di plank proyek tersebut, meski papan informasi proyek sudah dipasang.

Menurut pantauan, masyarakat sekitar juga bingung berapa meter yang harus dibangun dengan dana Rp197.733.000. Masyarakat sekitar mengatakan, pengerjaan dinilai kurang pengawasan dari pihak pemerintah Kabupaten maupun dari pemerintah Desa, sehingga bangunannya seperti ular kenak pijak sementara pasar nya lurus seperti rol papan tulis dan juga untuk pengikat batu padas dinding drainase memakai pasir semen kering tanpa air sehingga diprediksi tidak mempunyai ketahanan dan gampang roboh.

Saat dikonfirmasi oleh awak media salah seorang warga Dusun VI Toni mengatakan, kalau begini ini pengerjaannya bila hujan turun saluran air ini ada yang jadi kolam bukan untuk membuang air tapi menjadikan wadah air, dan dampaknya pasti ada rumah digenangi air saat hujan turun. “Sedangkan tujuan drainase untuk membuang air agar rumah warga tidak digenangi air,” ujar Toni.

Menurut masyarakat juga, rumah yang menjadi korban genangan air saat hujan adalah milik Hartono, Rizal, Buana, Hendra Tanjung, Dahman Sarumpaet dan masih banyak lagi lainnya. Kata mereka, kalau rumah tetap digenangi air buat apa dibikin drainase, kan buang dana sia-sia saja.(*/S.Tanjung)