Beranda blog Halaman 237

Brimob Polda Sumut Teruskan Dapur Lapangan Dan Pembersihan Rumah Warga di Batang Toru

RMN, Tapssl – Satuan Brimob Polda Sumatera Utara terus menunjukkan komitmen kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan. Personel Brimob melaksanakan sejumlah kegiatan sosial di sekitar Posko 1 Brimob Batalyon C Pelopor, Desa Aek Ngadol, Kecamatan Batang Toru. Pada Selasa (27/01/2026).

Kegiatan tersebut meliputi pengoperasian dapur lapangan guna memenuhi kebutuhan konsumsi warga, serta pembersihan lingkungan rumah masyarakat yang terdampak material bencana. Personel Brimob melakukan pembersihan di bagian depan rumah Ibu Nurimah dan melanjutkan pembersihan di sisi samping rumah Bapak Suwandi.

Danton I Kompi 1 Satgas Aman Nusa II Iptu Erwinsyah Putra Siregar menyampaikan bahwa kehadiran Brimob di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, tetapi juga pada nilai kemanusiaan.
“Kami hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat. Kegiatan dapur lapangan dan pembersihan rumah ini merupakan bentuk kepedulian kami agar warga dapat segera kembali beraktivitas dengan lebih nyaman,” ujarnya.

Melalui kegiatan berkelanjutan ini, Brimob Polda Sumut menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan mengabdi, sejalan dengan semangat Polri yang humanis dan selalu berada di tengah masyarakat.(*/S.Simanjuntak)

Gotong Royong Brimob Polda Sumut, Rumah Warga Dan Sumur Masjid Aek Ngadol Mulai Pulih

RMN, Tapsel – Personel Batalyon C Satuan Brimob Polda Sumatera Utara terus melanjutkan upaya pemulihan pascabencana di Desa Aek Ngadol, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Brimob melaksanakan pembersihan sejumlah rumah warga serta membantu renovasi sumur Masjid Taqwa Muhammadiyah Garoga, Selasa (27/01/2026).

Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan dan penanganan material tanah serta pasir yang menumpuk di tiga unit rumah warga, yakni milik Bapak Eri Sitompul, Bapak Sahrul Nasution, dan Bapak Marcel Hasibuan. Selain itu, personel Brimob juga turut membantu renovasi sumur Masjid Taqwa Muhammadiyah Garoga sebagai upaya mendukung ketersediaan air bersih bagi jamaah dan masyarakat sekitar.

Dipimpin langsung oleh Danki 1 Penugasan, AKP Januar Fazhari, S.H., kegiatan dilaksanakan secara bertahap dengan membagi personel ke dalam beberapa regu kerja. Dengan dukungan peralatan seperti cangkul, sekop, chainsaw, mesin air, hingga beko sorong, personel Brimob bekerja secara gotong royong bersama warga.

AKP Januar Fazhari, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Brimob Polda Sumut untuk terus hadir membantu masyarakat dalam masa pemulihan.
“Kami berupaya semaksimal mungkin membantu warga agar lingkungan tempat tinggal dan fasilitas ibadah dapat kembali digunakan dengan aman dan nyaman. Ini adalah bentuk kepedulian dan pengabdian kami kepada masyarakat,” ujarnya.

Kehadiran personel Brimob di tengah masyarakat mendapat apresiasi dari warga setempat. Bantuan yang diberikan dinilai sangat membantu, khususnya dalam percepatan pembersihan rumah dan perbaikan fasilitas umum yang terdampak.(*/S.Simanjuntak)

Bangun Rumah Bangun Harapan, Brimob Polda Sumut Bantu Kerjakan HUNTAP di Desa Napa

RMN, Tapsel – Satuan Brimob Polda Sumatera Utara terus melanjutkan peran aktifnya dalam mendukung pemulihan pascabencana di Kabupaten Tapanuli Selatan. Personel Brimob melaksanakan kegiatan pembangunan di kawasan hunian tetap (HUNTAP) yang berlokasi di Desa Napa, Kecamatan Batang Toru, Selasa (27/01/2026).

Fokus utama kegiatan adalah pembuatan tiang pondasi bangunan hunian tetap sebagai tahap awal penyediaan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat terdampak bencana. Dalam pelaksanaannya, 1 regu yang dipimpin oleh DPP Aiptu Widarma, S.H., M.H., melaksanakan pekerjaan teknis pembuatan pondasi dengan menggunakan peralatan seperti mesin molen, sekop, dan angkong.

AKP Tahi Parulian Hutagalung menyampaikan bahwa pembangunan hunian tetap merupakan bagian penting dalam upaya pemulihan jangka panjang bagi warga.
“Pembangunan pondasi hunian tetap ini menjadi langkah awal agar masyarakat dapat segera memiliki tempat tinggal yang aman dan layak. Kami berharap kehadiran Brimob dapat memberikan rasa tenang dan harapan baru bagi warga Desa Napa,” ujarnya.

Hingga saat ini, proses pembuatan tiang pondasi di kawasan hunian tetap Desa Napa telah berjalan sesuai target. Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat setempat, yang menilai kehadiran Brimob memberikan dukungan nyata dalam mempercepat pemulihan kehidupan pascabencana.

Melalui kegiatan ini, Brimob Polda Sumut menegaskan komitmennya untuk tidak hanya hadir dalam situasi darurat, tetapi juga mendampingi masyarakat hingga tahap pemulihan dan pembangunan kembali kehidupan yang lebih baik.(*/S.Simanjuntak)

Sinergi SAR Untuk Kemanusiaan, Tim Gabungan Cari Korban Bencana di Tapanuli Tengah

RMN, Tapteng – Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, serta unsur Satuan Brimob Polda Sumatera Utara melaksanakan operasi evakuasi dan pencarian korban bencana alam di Lingkungan I, Desa Pasar Baru, Kelurahan Sibuluan Indah, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Selasa, 27 Januari 2026.

Dalam kegiatan tersebut, satuan SAR dari Batalyon A Pelopor Brimob Polda Sumut turut diterjunkan untuk memperkuat upaya pencarian. Personel SAR Brimob di bawah komando Bripda Reno Ramadhani bergerak bersama tim gabungan menyisir area terdampak bencana, menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan adanya korban yang masih belum ditemukan.

Sejak menerima laporan, tim gabungan segera menuju lokasi kejadian dan melakukan pencarian secara menyeluruh di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban, dengan tetap mengedepankan prosedur keselamatan dan koordinasi lintas instansi.

Komandan Batalyon A Pelopor, Kompol Mukhtar I. Kadoli, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa setiap langkah yang dilakukan merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat.
“Kami berupaya maksimal bersama tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian dan evakuasi. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas, namun komitmen kami adalah memastikan setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat,” ujarnya.

Hingga saat ini, proses pencarian masih terus berlangsung. Tim SAR gabungan tetap melakukan penyisiran di area terdampak dengan memperluas jangkauan pencarian, sekaligus berkoordinasi secara intensif guna memastikan seluruh potensi lokasi dapat dijangkau.

Kehadiran tim SAR gabungan di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman serta harapan bagi keluarga korban, sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antarinstansi dalam penanganan bencana alam di wilayah Tapanuli Tengah.(*/S.Simanjuntak)

Telpon 110, Polsek Bangun Langsung Meluncur Diduga Dibegal di Jalan, Pelapor Selamat Berlindung di Koramil

RMN, Simalungun – Selasa sore (27/1/2026) sekitar pukul 17.20 WIB, hujan gerimis tidak menghalangi tim Polsek Bangun untuk bergerak cepat. Mereka menerima aduan melalui Call Center 110 Polres Simalungun tentang dugaan perampasan atau begal terhadap mobil Honda Agya merah BK 1XXX AEB. Pelapor, RWS dari Tanjung Balai, ketakutan karena diduga dikejar debt collector hingga masuk kompleks Koramil 08 Model untuk berlindung. “Terima kasih Polisi cepat datang! Saya kira tidak akan ada yang menolong!” ucap RWS lega saat tim Polsek Bangun tiba.

Kapolsek Bangun, AKP Hengky B. Siahaan, S.H., M.H., saat dikonfirmasi Selasa malam (27/1/2026) sekitar pukul 23.00 WIB, menjelaskan kronologi kejadian yang bermula dari aduan masyarakat melalui Call Center Polri 110.

“Selasa sore pukul 17.20 WIB, kami terima laporan melalui Call Center 110 Command Center Polres Simalungun. Pelapor berinisial RWS dari Jalan HM Nur Lingkungan IV, Kelurahan Pahang, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjung Balai, melaporkan dugaan perampasan atau begal terhadap mobil yang dia kendarai,” ujar Kapolsek Hengky.

Menurutnya, laporan ini langsung ditindaklanjuti dengan mengirim personel piket Polsek Bangun ke lokasi yang dilaporkan.

“Kami langsung kirim tim piket yang terdiri dari Aiptu Wibowo AP, Aiptu A. Ginting, Aipda R. Simanungkalit, dan Aipda Indo Siahaan. Mereka langsung berangkat menuju lokasi di Jalan Asahan depan Koramil 08, Nagori Pematang Asilom, Kecamatan Gunung Malela,” ungkapnya.

Setibanya di tempat kejadian, tim menemukan pelapor RWS yang sudah berada di Kantor Koramil 08 Model dalam keadaan ketakutan tapi selamat.

“Pelapor sudah berada di Koramil 08 Model. Dia ketakutan, tapi untungnya selamat. Dia menceritakan kronologi kejadian kepada kami,” ujar Kapolsek Hengky.

Menurut keterangan pelapor RWS, kejadian bermula saat dia sedang mengendarai mobil Honda Agya merah BK 1XXX AEB di Jalan Medan-Kota Pematang Siantar. Tiba-tiba dia distop oleh orang-orang yang diduga debt collector atau mata elang (istilah untuk penagih utang yang keras).

“Pelapor ceritakan bahwa saat dia sedang di dalam mobil di Jalan Medan-Pematang Siantar, dia distop oleh orang-orang yang diduga debt collector atau mata elang. Mereka minta dia berhenti, tapi dia takut dan tidak mau berhenti,” ungkap Kapolsek Hengky.

Karena ketakutan, RWS berusaha melarikan diri. Akibatnya, terjadi kejar-kejaran yang cukup menegangkan di jalanan.

“Pelapor berusaha kabur, lalu terjadi kejar-kejaran. Dia panik, takut, tidak tahu harus lari ke mana. Akhirnya dia ingat ada Koramil di sekitar situ, jadi dia langsung masuk ke kompleks Koramil 08 Model untuk berlindung,” jelasnya.

Saat RWS masuk ke kompleks Koramil, orang-orang yang diduga debt collector yang mengejarnya langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.

“Begitu pelapor masuk ke kompleks Koramil, orang-orang yang mengejar langsung pergi. Mereka tidak berani masuk ke kompleks Koramil. Pelapor selamat karena berlindung di Koramil,” ujar Kapolsek Hengky.

Setelah mendengar keterangan pelapor, tim Polsek Bangun menyarankan kepada RWS untuk membuat laporan resmi ke Polsek Bangun agar bisa diproses lebih lanjut.

“Kami sarankan kepada pelapor untuk membuat laporan resmi ke Polsek Bangun supaya kami bisa tindak lanjuti. Tapi pelapor tidak bersedia membuat laporan,” ungkap Kapolsek Hengky.

Meski tidak bersedia membuat laporan, RWS mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak Kepolisian yang telah merespons cepat aduannya melalui Call Center 110.

“Pelapor bilang, ‘Terima kasih banyak, Pak! Saya kira tidak akan ada yang menolong. Tapi ternyata polisi cepat datang setelah saya telepon 110. Saya sangat berterima kasih!’ Itu ucapan pelapor kepada tim kami,” ujar Kapolsek Hengky.

“Ini bukti nyata bahwa Call Center 110 Polri bekerja dengan baik. Masyarakat terima aduan, kami langsung tindak lanjuti, personel langsung bergerak. Ini yang kami inginkan: respon cepat untuk melindungi masyarakat,” tegasnya.

Dia mengajak masyarakat untuk tidak ragu menghubungi Call Center 110 jika mengalami atau menyaksikan kejahatan atau membutuhkan bantuan Polri.

“Kepada seluruh masyarakat, jangan ragu hubungi Call Center 110 Polri. Gratis, 24 jam, kami siap melayani. Apapun masalahnya, hubungi 110, kami akan datang!” ujarnya.

Kapolsek Hengky juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap debt collector yang menggunakan cara-cara intimidatif atau kekerasan.

“Debt collector yang profesional tidak akan menggunakan cara-cara kekerasan atau intimidasi. Jika ada debt collector yang bertindak seperti itu, segera lapor ke polisi. Kami akan tindak sesuai hukum,” tegasnya.(*/Rudi)

LKK Sumut Aksi Jilid II, Desak Usut Tuntas Dugaan Korupsi Makan-Minum Dan Gratifikasi PPPK di Pemko Medan

RMN, Medan – Lembaga Konsultasi Kebangsaan (LKK) Sumatera Utara menyatakan akan kembali turun ke jalan dalam aksi unjuk rasa Jilid II sebagai bentuk konsistensi LKK Sumut dalam mengawal dugaan kasus korupsi terkait belanja makan-minum serta dugaan gratifikasi dalam proses penerimaan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

Ketua LKK Sumut, Rasyid Siddiq SH menegaskan bahwa aksi susulan ini dilakukan karena belum adanya transparansi dan tindakan nyata dari pihak berwenang pasca aksi pertama. LKK Sumut menilai adanya kejanggalan administratif dan potensi kerugian negara yang signifikan pada pos anggaran belanja makan dan minum yang diduga terjadi penggelembungan (markup).

Dalam rencana aksi Jilid II ini, LKK Sumut membawa beberapa poin tuntutan krusial:

1. Dugaan Korupsi Makan-Minum: Mendesak aparat penegak hukum untuk mengaudit secara menyeluruh anggaran belanja makan dan minum yang dinilai tidak wajar dan diduga menjadi ajang praktik korupsi.

2. Gratifikasi Penerimaan PPPK: Meminta pengusutan tuntas atas laporan adanya dugaan “mahar” atau gratifikasi dalam proses seleksi PPPK.

3. Transparansi Anggaran: Menuntut Wali Kota Medan untuk bersikap tegas dan mencopot pejabat yang terlibat dalam pusaran kasus tersebut guna menjaga integritas institusi.

“Kami tidak akan berhenti sampai ada titik terang. Aksi Jilid II ini adalah bukti bahwa masyarakat tidak tidur. Kami meminta pihak kejaksaan untuk segera memanggil dan memeriksa pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan,” ujar perwakilan LKK Sumut.

Aksi Jilid II ini dijadwalkan akan melibatkan massa yang lebih besar dan akan menyambangi Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, pada Jum’at (30/01) pagi hari.

LKK Sumut juga memastikan bahwa aksi akan dijalankan sesuai prosedur hukum dengan tetap menjaga ketertiban umum dan turut mengundang seluruh elemen masyarakat, media untuk turut serta mengawal jalannya aksi ini demi mewujudkan pemerintahan yang bersih dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).(*/A.Halim)

Kakek 71 Tahun Tewas Tertabrak Bus & Mobil di KM 19 Jalur Siantar-Medan, Kolaborasi Kanit Gakkum & Kapolsek Serbalawan Langsung Olah TKP

RMN, Simalungun – Jumat siang (23/1/2026) yang cerah di KM 19-20 jalur Pematang Siantar-Medan, tepatnya di Nagori Dolok Kahean, Kecamatan Tapian Dolok, berubah tragis. Anggiat Pandiangan (71 tahun), seorang petani yang mengendarai sepeda motor GL Pro tanpa pelat nomor, tewas seketika setelah motornya menabrak bus lalu tertabrak mobil dari arah berlawanan. Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun IPDA Yancen Hutabarat, S.H., dibantu Kapolsek Serbalawan AKP Gunawan Sembiring, S.H., langsung bergerak cepat menangani TKP!

Kanit Gakkum IPDA Yancen Hutabarat, saat dikonfirmasi Senin (26/1/2026) sekitar pukul 18.10 WIB, menjelaskan kronologi kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan ini.

“Kecelakaan terjadi Jumat, 23 Januari 2026 sekitar pukul 14.30 WIB. Korban adalah Anggiat Pandiangan, 71 tahun, petani dari Huta I Petani Timur, Desa Dolok Kahean. Beliau mengendarai motor GL Pro hitam tanpa pelat nomor dan tewas di TKP,” ujar Kanit Gakkum Yancen.

Menurutnya, laporan diterima pukul 15.00 WIB, dan tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan olah TKP.

“Kami terima laporan pukul 15.00 WIB. Saya langsung berkoordinasi dengan Kapolsek Serbalawan AKP Gunawan Sembiring. Kami berdua memimpin tim ke TKP untuk olah TKP, atur lalu lintas, dan amankan barang bukti,” ungkapnya.

Kecelakaan melibatkan tiga kendaraan: sepeda motor GL Pro tanpa pelat nomor yang dikendarai korban Anggiat Pandiangan, bus Mopen FA PMS BK-1507-WG yang dikemudikan Lucbertus Rommel Napitupulu (36 tahun), sopir dari Desa Huta Bayu, dan mobil Mitsubishi L300 BB-8551-LA yang dikemudikan Alex Reynaldo Hutabarat (27 tahun), wiraswasta dari Sitapongan, Kecamatan Sipahutar.

“Tiga kendaraan terlibat. Yang tewas adalah pengendara motor. Pengemudi bus dan mobil tidak mengalami luka. Kerugian material ditaksir sekitar Rp 5 juta,” ujar Kanit Gakkum Yancen.

Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan dua saksi—Rasikin (65 tahun) dan Syamsudin Saragih (60 tahun), keduanya pedagang lemang yang berada di lokasi—diduga korban sedang menyalip bus yang berhenti menurunkan penumpang.

“Saksi menerangkan bahwa korban melaju dari arah Pematang Siantar menuju Medan dengan kecepatan sedang. Saat di TKP, bus FA PMS sedang berhenti menurunkan penumpang sewa. Korban hendak menyalip, tapi stang kiri motornya menabrak kaca lampu kanan belakang bus,” ungkap Kanit Gakkum Yancen.

Akibat tabrakan dengan bus, motor korban oleng ke arah kanan jalan dan kehilangan kendali.

“Motor oleng ke kanan, kehilangan kendali, lalu bertabrakan dengan mobil L300 yang datang dari arah berlawanan—dari Medan menuju Pematang Siantar dengan kecepatan sedang. Korban langsung tewas di TKP,” jelasnya.

Kanit Gakkum Yancen menjelaskan bahwa faktor utama kecelakaan adalah faktor manusia, khususnya kelalaian korban saat menyalip.

“Ketiga pengemudi dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. Ketiga kendaraan memenuhi standar keselamatan. Cuaca cerah, jalan lurus, lebar 7 meter, jarak pandang bebas, arus lalu lintas sedang. Tapi korban kurang hati-hati saat menyalip bus,” ujarnya.

“Korban tidak punya SIM dan STNK. Motornya juga tanpa pelat nomor. Pengemudi bus juga tidak bisa tunjukkan SIM dan STNK. Ini jadi catatan kami untuk penindakan lebih lanjut,” ungkapnya.

Kapolsek Serbalawan AKP Gunawan Sembiring yang ikut membantu penanganan menjelaskan bahwa tim langsung mengamankan TKP dan mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan.
“Kami langsung amankan TKP, atur lalu lintas agar tidak macet. Kami juga lakukan pemotretan dan olah TKP sesuai prosedur. Barang bukti diamankan untuk proses lebih lanjut,” ujar Kapolsek Gunawan.

“Semua prosedur kami jalankan dengan baik. Kami juga koordinasi dengan pihak Puskesmas untuk evakuasi jenazah korban. Keluarga korban sudah kami hubungi dan jenazah diserahkan kepada mereka,” ungkap Kapolsek Gunawan.

Kanit Gakkum Yancen mengingatkan kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, terutama saat menyalip kendaraan lain.

“Kecelakaan ini mengingatkan kita semua untuk lebih hati-hati di jalan. Jangan sembarangan menyalip, pastikan jalan aman sebelum menyalip. Nyawa tidak bisa diulang. Hati-hati di jalan dan
“Selalu bawa SIM dan STNK. Pastikan kendaraan punya pelat nomor. Ini bukan hanya soal legalitas, tapi juga keselamatan. Kendaraan yang lengkap dokumennya biasanya lebih terjaga kondisinya,” ujarnya.(*/Rudi)