RMN, Siantar – Kapolsek Siantar Timur IPTU Edy J.J. Manalu SH. MH pimpin pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP) temuan mayat di Kos kosan Jalan Pane, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar, pada hari Rabu 31 Desember 2025 pagi sekira pukul 10.35 Wib.
Mayat jenis kelamin laki laki itu BSLT (71) warga Jalan Pane Kelurahan Tomuan Kecamatan Siantar Timur Kota Pematangsiantar.
Kapolsek Siantar Timur IPTU Edy J.J. Manalu SH. MH dalam laporannya mengatakan
3.Identitas Saksi-saksi sbb :
a. VASCO SIDABUTAR (Pemilik Kos), Laki-laki, 33 tahun, Kristen, Wiraswasta, Jl. Pane Nomor 191 Kel. Tomuan Kec. Siantar Timur kota Pematangsiantar, No Hp. 085261144441.
b. OLIM SIMANJUNTAK (Penghuni Kos), Laki-laki, 31 tahun, Kristen, Wiraswasta, Jl. Pane Nomor 171 Kel. Tomuan Kec. Siantar Timur kota Pematangsiantar.
4.Kronologi Kejadian :
Awalnya saksi OS (31) yang juga tinggal di kos kosan tersebut memberitahukan kepada pemilik kos kosan VS (33) bahwa dari dalam kamar kos nomor 1 yang dihuni korban tercium aroma tidak sedap sehingga pemilik kos bersama saksi lainnya mendobrak kamar tersebut dan mendapati korban sudah meninggal dunia posisi terbaring menyamping ke kanan serta tubuh mengeluarkan cairan.
Selanjutnya pemilik kos kosan melaporkan kejadian tersebut ke RT dan Pihak Kepolisian. Tak berapa lama Kapolsek Siantar Timur IPTU Edy J.J. Manalu SH. MH bersama personil piket dan Tim Inafias Sat Reskrim Polres Pematangsiantar datang ke TKP. Setelah dilakukan olah TKP, jenazah korban dievakuasi keruangan jenazah RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar.
Pada sore harinya adik kandung korban, M br. LT (66) yang tinggal di Kota Medan datang ke ruangan jenazah RSUD dr Djasamen Saragih dan membuat surat pernyataan tidak dilakukan autopsi sekaligus menerima meninggalnya korban karena korban sebelum meninggal selalu mengeluh sakit lambung, asma dan asam urat.
Adanya surat pernyataan tersebut dan hasil olah TKP tidak ditemukan tanda tanda kekerasan ditubuh korban maka pihak Polsek Siantar Timur menyerahkan jenazah korban kepada keluarga dibawa pulang untuk dikuburkan.
“Korban meninggal diduga akibat sakit dideritanya. Jenazah korban sudah diserahkan kepada keluarga karena keluarga sudah membuat surat pernyataan tidak dilakukan autopsi,” Pungkas IPTU Edy.(*/Rudi)
Polres Pematangsl Siantar Pastikan Ibadah Tahun Baru 2026 Aman Dan Kondusif
RMN, Siantar – Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang melaksanakan ibadah perayaan Tahun Baru 2026, Polres Pematangsiantar melaksanakan kegiatan apel pengecekan personel serta sterilisasi tempat ibadah (gereja), Kamis pagi (01/01/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB tersebut berlangsung di sejumlah gereja yang berada di wilayah hukum Polres Pematangsiantar. Sterilisasi dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Sterilisasi tempat ibadah dilaksanakan oleh Personel KI-2 Yon B Brimob Polda Sumut yang didampingi Personel Sat Samapta Polres Pematangsiantar, dengan pengamanan yang terkoordinasi dan profesional.
Adapun gereja yang menjadi sasaran pengamanan dan sterilisasi antara lain Gereja GKPS, Gereja HKBP, Gereja Katolik St. Laurensius Brindisi, Gereja HKI, Gereja HKBP Siantar Kota, serta Gereja GKPS Peniel.
Kasat Samapta Polres Pematangsiantar, AKP Mariduk Tambunan, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama.
“Pengamanan dan sterilisasi ini bertujuan untuk memastikan umat dapat melaksanakan ibadah perayaan Tahun Baru dengan rasa aman, nyaman, dan khusyuk. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan situasi tetap kondusif,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, tidak ditemukan adanya gangguan keamanan. Situasi di seluruh lokasi terpantau aman dan terkendali, serta mendapat apresiasi dari masyarakat dan jemaat gereja.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, Polres Pematangsiantar menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, guna menciptakan Kota Pematangsiantar yang aman, damai, dan harmonis.(*/Rudi)
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB tersebut berlangsung di sejumlah gereja yang berada di wilayah hukum Polres Pematangsiantar. Sterilisasi dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Sterilisasi tempat ibadah dilaksanakan oleh Personel KI-2 Yon B Brimob Polda Sumut yang didampingi Personel Sat Samapta Polres Pematangsiantar, dengan pengamanan yang terkoordinasi dan profesional.
Adapun gereja yang menjadi sasaran pengamanan dan sterilisasi antara lain Gereja GKPS, Gereja HKBP, Gereja Katolik St. Laurensius Brindisi, Gereja HKI, Gereja HKBP Siantar Kota, serta Gereja GKPS Peniel.
Kasat Samapta Polres Pematangsiantar, AKP Mariduk Tambunan, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama.
“Pengamanan dan sterilisasi ini bertujuan untuk memastikan umat dapat melaksanakan ibadah perayaan Tahun Baru dengan rasa aman, nyaman, dan khusyuk. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan situasi tetap kondusif,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, tidak ditemukan adanya gangguan keamanan. Situasi di seluruh lokasi terpantau aman dan terkendali, serta mendapat apresiasi dari masyarakat dan jemaat gereja.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, Polres Pematangsiantar menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, guna menciptakan Kota Pematangsiantar yang aman, damai, dan harmonis.(*/Rudi)
Proyek Pembangunan Drainase di Dusun VI Desa Rahuning Yang Dikerjakan Cv Makmur Rezeki Jaya Terkesan Asal Jadi
RMN, Asahan – Pengerjaan proyek drainase di Desa Rahuning I, Dusun VI, Kabupaten Asahan yang dikerjakan Cv Makmur Rezeki Jaya dengan nilai kontrak Rp 197.733.000 terkesan asal jadi, dan volume atau panjang tidak ada di plank proyek tersebut, meski papan informasi proyek sudah dipasang.
Menurut pantauan, masyarakat sekitar juga bingung berapa meter yang harus dibangun dengan dana Rp197.733.000. Masyarakat sekitar mengatakan, pengerjaan dinilai kurang pengawasan dari pihak pemerintah Kabupaten maupun dari pemerintah Desa, sehingga bangunannya seperti ular kenak pijak sementara pasar nya lurus seperti rol papan tulis dan juga untuk pengikat batu padas dinding drainase memakai pasir semen kering tanpa air sehingga diprediksi tidak mempunyai ketahanan dan gampang roboh.
Saat dikonfirmasi oleh awak media salah seorang warga Dusun VI Toni mengatakan, kalau begini ini pengerjaannya bila hujan turun saluran air ini ada yang jadi kolam bukan untuk membuang air tapi menjadikan wadah air, dan dampaknya pasti ada rumah digenangi air saat hujan turun. “Sedangkan tujuan drainase untuk membuang air agar rumah warga tidak digenangi air,” ujar Toni.
Menurut masyarakat juga, rumah yang menjadi korban genangan air saat hujan adalah milik Hartono, Rizal, Buana, Hendra Tanjung, Dahman Sarumpaet dan masih banyak lagi lainnya. Kata mereka, kalau rumah tetap digenangi air buat apa dibikin drainase, kan buang dana sia-sia saja.(*/S.Tanjung)
Menurut pantauan, masyarakat sekitar juga bingung berapa meter yang harus dibangun dengan dana Rp197.733.000. Masyarakat sekitar mengatakan, pengerjaan dinilai kurang pengawasan dari pihak pemerintah Kabupaten maupun dari pemerintah Desa, sehingga bangunannya seperti ular kenak pijak sementara pasar nya lurus seperti rol papan tulis dan juga untuk pengikat batu padas dinding drainase memakai pasir semen kering tanpa air sehingga diprediksi tidak mempunyai ketahanan dan gampang roboh.
Saat dikonfirmasi oleh awak media salah seorang warga Dusun VI Toni mengatakan, kalau begini ini pengerjaannya bila hujan turun saluran air ini ada yang jadi kolam bukan untuk membuang air tapi menjadikan wadah air, dan dampaknya pasti ada rumah digenangi air saat hujan turun. “Sedangkan tujuan drainase untuk membuang air agar rumah warga tidak digenangi air,” ujar Toni.
Menurut masyarakat juga, rumah yang menjadi korban genangan air saat hujan adalah milik Hartono, Rizal, Buana, Hendra Tanjung, Dahman Sarumpaet dan masih banyak lagi lainnya. Kata mereka, kalau rumah tetap digenangi air buat apa dibikin drainase, kan buang dana sia-sia saja.(*/S.Tanjung)
