RMN, Siantar – Personil piket Polsek Siantar Martoba Polres Pematangsiantar respon cepat laporan adanya keributan di Jalan Perbatasan Perumahan Dr Efelin Kelurahan Tambun Nabolon Kecamatan Siantar Martoba Kota Pematangsiantar, pada Rabu, 11 Februari 2026 malam sekira pukul 22.30 Wib.
Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak SH. SIK. MH melalui PS. Kasi Humas IPTU Agustina Triyadewi mengatakan masyarakat inisial N melalui Call Center 110 melaporkan adanya sekelompok massa mendatangi rumahnya dan memaksa agar pelapor dan keluarganya meninggalkan kediamannya yang mengakibatkan pelapor merasa takut.
Operator Call Center 110 Polres Pematangsiantar meneruskan laporan tersebut ke piket Polsek Siantar Martoba. Setiba di TKP, personil piket Polsek Siantar Martoba bersama Piket Fungsi Polres Pematangsiantar mencoba menenangkan massa selanjutnya melakukan mediasi kedua belah pihak yang bersangkutan di karenakan awal permasalahan di sebabkan salah paham.
Hasil dari mediasi tersebut kedua belah pihak sepakat berdamai secara kekeluargaan dan massa pun segera membubarkan diri.(*/Rudi)
Perkuat Meritokrasi, Polri Konsolidasikan Asesor Assessment Center
RMN, Jakarta – Polri menggelar kegiatan bertajuk “Konsolidasi Asesor Assessment Center Polri Tahun 2026” di Hotel Grand Sahid Jaya, Kamis (12/2/2026). Mengusung tema “Penguatan Assessment Center Polri sebagai Komponen Utama dalam Pembinaan Karier untuk Mewujudkan SDM yang Unggul”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan persepsi para penguji kompetensi di seluruh Indonesia.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM Polri, Brigjen Pol Langgeng Purnomo mewakili Asisten Kapolri bidang SDM. Dalam sambutan As sdm kapolri yang dibacakan Brigjen Langgeng, As SDM menekankan Polri terus mematangkan langkah transformasi reformasi menuju organisasi yang modern dan profesional melalui tata kelola personel yang lebih transparan dan akuntabel.
“Penguatan sistem meritokrasi melalui assessment center yang multi-tools dan multi-assessor untuk pembinaan karier anggota Polri agar terpilih personel Polri yang berintegritas dan berkompeten di tengah dinamika tantangan global yang kian kompleks”. Jelas Brigjen Langgeng.
Sebagai instrumen vital dalam mewujudkan transformasi tersebut, Polri mengoptimalkan peran Assessment Center. Fasilitas ini menjadi “filter” strategis untuk mengukur kompetensi manajerial para calon pemimpin Polri di berbagai tingkatan. Melalui metodologi yang saintifik dan objektif, Assessment Center memastikan bahwa setiap jabatan diemban oleh personel yang tepat (right man on the right place), sekaligus menghapus stigma subjektivitas dalam jenjang karier kepolisian.
“Tahun ini Polri memperkuat meritokrasi pembinaan karier melalui Assessment Center, sehingga konsolidasi ini diperlukan untuk analisa evaluasi perbaikan ke depan yang lebih baik. Visi besar kami adalah mewujudkan SDM unggul tidak hanya bagi internal Polri, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia,” ujar Langgeng.
Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber eksternal dari Perkumpulan Assessment Center Indonesia untuk memberikan perspektif profesional mengenai standar penilaian terkini. Hadir pula Kabagpenkompeten, Karo SDM Polda jajaran dan seluruh assessor Polri baik secara fisik maupun daring.
Sejak dirintis pada tahun 2009, Assessment Center Polri telah menunjukkan lompatan besar. Hingga tahun 2025, Polri tercatat memiliki 1.763 asesor yang tersebar di seluruh tanah air. Capaian ini diperkuat dengan Akreditasi “A” dari BKN, sertifikasi internasional ISO 9001:2015, hingga deretan Rekor MURI untuk kategori pelatihan asesor dan jumlah asesi terbanyak dalam 15 tahun.
Kepercayaan lembaga di luar Polri pun meningkat, jika pada 2021 hanya terdapat 18 instansi mitra, pada tahun 2025 jumlahnya melonjak menjadi lebih dari 50 instansi dengan total lebih dari 2.500 asesi eksternal. Sebagai bentuk apresiasi, dalam acara ini juga diberikan penghargaan kepada Polda-polda berprestasi yang mampu menjaga kualitas penilaian, baik di lingkup internal maupun layanan eksternal.
“Assessment Center Polri berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem, menguatkan metodologi dan menjaga integritas dalam setiap proses asesmen guna melahirkan kader-kader pimpinan bangsa yang unggul, berintegritas dan profesional demi masa depan Indonesia,” tutup Langgeng.(*/S.Simanjuntak)
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM Polri, Brigjen Pol Langgeng Purnomo mewakili Asisten Kapolri bidang SDM. Dalam sambutan As sdm kapolri yang dibacakan Brigjen Langgeng, As SDM menekankan Polri terus mematangkan langkah transformasi reformasi menuju organisasi yang modern dan profesional melalui tata kelola personel yang lebih transparan dan akuntabel.
“Penguatan sistem meritokrasi melalui assessment center yang multi-tools dan multi-assessor untuk pembinaan karier anggota Polri agar terpilih personel Polri yang berintegritas dan berkompeten di tengah dinamika tantangan global yang kian kompleks”. Jelas Brigjen Langgeng.
Sebagai instrumen vital dalam mewujudkan transformasi tersebut, Polri mengoptimalkan peran Assessment Center. Fasilitas ini menjadi “filter” strategis untuk mengukur kompetensi manajerial para calon pemimpin Polri di berbagai tingkatan. Melalui metodologi yang saintifik dan objektif, Assessment Center memastikan bahwa setiap jabatan diemban oleh personel yang tepat (right man on the right place), sekaligus menghapus stigma subjektivitas dalam jenjang karier kepolisian.
“Tahun ini Polri memperkuat meritokrasi pembinaan karier melalui Assessment Center, sehingga konsolidasi ini diperlukan untuk analisa evaluasi perbaikan ke depan yang lebih baik. Visi besar kami adalah mewujudkan SDM unggul tidak hanya bagi internal Polri, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia,” ujar Langgeng.
Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber eksternal dari Perkumpulan Assessment Center Indonesia untuk memberikan perspektif profesional mengenai standar penilaian terkini. Hadir pula Kabagpenkompeten, Karo SDM Polda jajaran dan seluruh assessor Polri baik secara fisik maupun daring.
Sejak dirintis pada tahun 2009, Assessment Center Polri telah menunjukkan lompatan besar. Hingga tahun 2025, Polri tercatat memiliki 1.763 asesor yang tersebar di seluruh tanah air. Capaian ini diperkuat dengan Akreditasi “A” dari BKN, sertifikasi internasional ISO 9001:2015, hingga deretan Rekor MURI untuk kategori pelatihan asesor dan jumlah asesi terbanyak dalam 15 tahun.
Kepercayaan lembaga di luar Polri pun meningkat, jika pada 2021 hanya terdapat 18 instansi mitra, pada tahun 2025 jumlahnya melonjak menjadi lebih dari 50 instansi dengan total lebih dari 2.500 asesi eksternal. Sebagai bentuk apresiasi, dalam acara ini juga diberikan penghargaan kepada Polda-polda berprestasi yang mampu menjaga kualitas penilaian, baik di lingkup internal maupun layanan eksternal.
“Assessment Center Polri berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem, menguatkan metodologi dan menjaga integritas dalam setiap proses asesmen guna melahirkan kader-kader pimpinan bangsa yang unggul, berintegritas dan profesional demi masa depan Indonesia,” tutup Langgeng.(*/S.Simanjuntak)
Hari ke-10 Operasi Keselamatan Toba 2026 Pelanggaran Turun 56,7 Persen, Edukasi Dan Pengawasan Semakin Masif
RMN, Sumut – Memasuki hari ke-10 pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang dimulai sejak 2 Februari 2026, jajaran Polda Sumatera Utara terus mengintensifkan upaya edukasi, sosialisasi, serta pengawasan di lapangan guna meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.
Berdasarkan data penegakan hukum (Gakkum) hingga Rabu (11/2/2026), jumlah penindakan pelanggaran lalu lintas tercatat sebanyak 1.322 kasus. Angka tersebut mengalami penurunan signifikan sebesar 56,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 3.052 kasus.
Penindakan melalui sistem tilang elektronik (ETLE) tercatat sebanyak 252 kasus, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 52 kasus. Sementara itu, penindakan non-ETLE turun drastis menjadi 66 kasus dari sebelumnya 905 kasus. Teguran kepada pelanggar juga menurun menjadi 969 dibandingkan 2.095 pada tahun lalu.
Selain itu, petugas turut menindak 6 kendaraan pribadi yang digunakan sebagai angkutan umum (travel) tanpa izin serta 29 kendaraan over dimension dan over loading (ODOL) yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Secara kumulatif sejak hari pertama hingga hari ke-10, total penindakan tercatat sebanyak 10.667 tindakan, dengan rincian ETLE 1.692 kasus, non-ETLE 604 kasus, teguran 8.265, penindakan travel ilegal 17 kasus, serta ODOL sebanyak 89 kasus.
Kabid Humas Polda Sumatera Utara menyampaikan bahwa tren penurunan pelanggaran menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat selama operasi berlangsung.
“Operasi Keselamatan Toba 2026 lebih mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif melalui edukasi serta himbauan kepada masyarakat. Penurunan angka pelanggaran hingga lebih dari 56 persen ini menjadi indikator positif bahwa kesadaran tertib berlalu lintas semakin meningkat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penegakan hukum tetap dilakukan secara profesional dan proporsional, khususnya terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
“Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk terus mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm dan sabuk pengaman, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.
Dengan capaian tersebut, Operasi Keselamatan Toba 2026 di hari ke-10 menunjukkan tren yang semakin positif, seiring sinergi antara edukasi, pengawasan, dan penegakan hukum yang terukur di seluruh wilayah Sumatera Utara(*/S.Simanjuntak).
Berdasarkan data penegakan hukum (Gakkum) hingga Rabu (11/2/2026), jumlah penindakan pelanggaran lalu lintas tercatat sebanyak 1.322 kasus. Angka tersebut mengalami penurunan signifikan sebesar 56,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 3.052 kasus.
Penindakan melalui sistem tilang elektronik (ETLE) tercatat sebanyak 252 kasus, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 52 kasus. Sementara itu, penindakan non-ETLE turun drastis menjadi 66 kasus dari sebelumnya 905 kasus. Teguran kepada pelanggar juga menurun menjadi 969 dibandingkan 2.095 pada tahun lalu.
Selain itu, petugas turut menindak 6 kendaraan pribadi yang digunakan sebagai angkutan umum (travel) tanpa izin serta 29 kendaraan over dimension dan over loading (ODOL) yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Secara kumulatif sejak hari pertama hingga hari ke-10, total penindakan tercatat sebanyak 10.667 tindakan, dengan rincian ETLE 1.692 kasus, non-ETLE 604 kasus, teguran 8.265, penindakan travel ilegal 17 kasus, serta ODOL sebanyak 89 kasus.
Kabid Humas Polda Sumatera Utara menyampaikan bahwa tren penurunan pelanggaran menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat selama operasi berlangsung.
“Operasi Keselamatan Toba 2026 lebih mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif melalui edukasi serta himbauan kepada masyarakat. Penurunan angka pelanggaran hingga lebih dari 56 persen ini menjadi indikator positif bahwa kesadaran tertib berlalu lintas semakin meningkat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penegakan hukum tetap dilakukan secara profesional dan proporsional, khususnya terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
“Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk terus mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm dan sabuk pengaman, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.
Dengan capaian tersebut, Operasi Keselamatan Toba 2026 di hari ke-10 menunjukkan tren yang semakin positif, seiring sinergi antara edukasi, pengawasan, dan penegakan hukum yang terukur di seluruh wilayah Sumatera Utara(*/S.Simanjuntak).
Dari Pengecoran Sumur Hingga Pos Utama, Brimob Kawal Pemulihan Desa Garoga
RMN, Sumut – Sebagai wujud kepedulian dan komitmen dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana, personel Batalyon C Satuan Brimob Polda Sumatera Utara kembali melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, pada Rabu (11/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, personel Brimob terlibat langsung membantu pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga serta melakukan pembenahan Pos Utama Desa Garoga, yang selama ini menjadi pusat koordinasi dan pelayanan masyarakat.
DankI-1 Penugasan AKP Antanius Tarigan, S.H., M.H., bersama personel yang bekerja berdampingan dengan masyarakat setempat. Dengan menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan beko sorong, proses pembangunan dilakukan secara gotong royong dan penuh kebersamaan.
Hingga saat ini, pengecoran tutup sumur huntara telah mencapai progres 90 persen, sementara MCK darurat di Pos Utama telah dibongkar dan material kayu disusun rapi untuk mendukung penataan lingkungan yang lebih bersih dan aman.
AKP Antanius Tarigan menyampaikan bahwa kehadiran Brimob di tengah masyarakat bukan hanya sebatas tugas pengamanan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab kemanusiaan.
“Kami berupaya hadir dan membantu secara nyata agar masyarakat Desa Garoga dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman. Gotong royong ini adalah bentuk kepedulian bersama untuk mempercepat pemulihan,” ujarnya.(*/S.Simanjuntak)
Dalam kegiatan tersebut, personel Brimob terlibat langsung membantu pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga serta melakukan pembenahan Pos Utama Desa Garoga, yang selama ini menjadi pusat koordinasi dan pelayanan masyarakat.
DankI-1 Penugasan AKP Antanius Tarigan, S.H., M.H., bersama personel yang bekerja berdampingan dengan masyarakat setempat. Dengan menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan beko sorong, proses pembangunan dilakukan secara gotong royong dan penuh kebersamaan.
Hingga saat ini, pengecoran tutup sumur huntara telah mencapai progres 90 persen, sementara MCK darurat di Pos Utama telah dibongkar dan material kayu disusun rapi untuk mendukung penataan lingkungan yang lebih bersih dan aman.
AKP Antanius Tarigan menyampaikan bahwa kehadiran Brimob di tengah masyarakat bukan hanya sebatas tugas pengamanan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab kemanusiaan.
“Kami berupaya hadir dan membantu secara nyata agar masyarakat Desa Garoga dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman. Gotong royong ini adalah bentuk kepedulian bersama untuk mempercepat pemulihan,” ujarnya.(*/S.Simanjuntak)
Brimob Polda Sumut Pastikan Keamanan Pembangunan Hunian Bagi Korban Banjir Dan Longsor Sipirok
RMN, Tapsel – Personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara terus menunjukkan komitmen dalam mendukung pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan. Salah satu bentuk nyata dukungan tersebut diwujudkan melalui pengamanan dan kesiapsiagaan di lokasi pembangunan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak, Rabu (11/02/2026).
Kehadiran Brimob bertujuan memastikan proses pembangunan berjalan aman, tertib, dan lancar, sekaligus memberikan rasa tenang bagi masyarakat serta para pekerja di lapangan.
Pengamanan terpusat di Posko Brimob Desa Aek Latong, Kecamatan Sipirok, yang menjadi titik koordinasi kegiatan. Berdasarkan laporan di lapangan, progres pembangunan Huntara saat ini telah mencapai 80 persen, dengan 24 unit hunian komunal telah berdiri, sementara dua unit lainnya masih dalam tahap pemasangan atap seng. Seluruh pembangunan Huntara berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 2 hektare. Sementara itu, pembangunan Huntap masih berada pada tahap awal berupa pemerataan lahan menggunakan 1 unit excavator dan 1 unit dozer, juga di area seluas sekitar 2 hektare.
Danton II Kompi 2/C Satbrimob Polda Sumut, Ipda Andriko P. Sembiring, S.H. menyampaikan bahwa pengamanan ini merupakan bagian dari tanggung jawab Brimob dalam mendukung pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana. “Kami hadir untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan aman dan kondusif. Hunian ini menjadi kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, sehingga stabilitas dan keamanan di lokasi harus benar-benar terjaga,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran personel Brimob di lapangan tidak hanya sebagai aparat pengamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam proses pemulihan.
“Kami berharap pembangunan Huntara dan Huntap ini dapat segera selesai dan dimanfaatkan oleh warga, sehingga aktivitas kehidupan mereka dapat kembali berjalan secara normal,” tambahnya.(*/S.Simanjuntak)
Kehadiran Brimob bertujuan memastikan proses pembangunan berjalan aman, tertib, dan lancar, sekaligus memberikan rasa tenang bagi masyarakat serta para pekerja di lapangan.
Pengamanan terpusat di Posko Brimob Desa Aek Latong, Kecamatan Sipirok, yang menjadi titik koordinasi kegiatan. Berdasarkan laporan di lapangan, progres pembangunan Huntara saat ini telah mencapai 80 persen, dengan 24 unit hunian komunal telah berdiri, sementara dua unit lainnya masih dalam tahap pemasangan atap seng. Seluruh pembangunan Huntara berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 2 hektare. Sementara itu, pembangunan Huntap masih berada pada tahap awal berupa pemerataan lahan menggunakan 1 unit excavator dan 1 unit dozer, juga di area seluas sekitar 2 hektare.
Danton II Kompi 2/C Satbrimob Polda Sumut, Ipda Andriko P. Sembiring, S.H. menyampaikan bahwa pengamanan ini merupakan bagian dari tanggung jawab Brimob dalam mendukung pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana. “Kami hadir untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan aman dan kondusif. Hunian ini menjadi kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, sehingga stabilitas dan keamanan di lokasi harus benar-benar terjaga,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran personel Brimob di lapangan tidak hanya sebagai aparat pengamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam proses pemulihan.
“Kami berharap pembangunan Huntara dan Huntap ini dapat segera selesai dan dimanfaatkan oleh warga, sehingga aktivitas kehidupan mereka dapat kembali berjalan secara normal,” tambahnya.(*/S.Simanjuntak)
Gotong Royong Bangun Harapan, Brimob Dan Warga Dirikan Hunian Tetap Korban Banjir di Tolang Julu
RMN, Sumut – Kepedulian terhadap warga terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara. Pada Rabu (11/2/2026), personel Batalyon C bersama masyarakat setempat melaksanakan pembangunan rumah swadaya hunian tetap bagi korban banjir di Desa Tolang Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Pembangunan hunian ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana, sekaligus wujud sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam membangun kembali kehidupan warga yang terdampak.
Dalam pelaksanaannya, personel Brimob bersama warga bergotong royong melakukan pemasangan dinding batu batako pada rumah swadaya hunian tetap. Selain itu, personel juga membantu pemasangan kusen pintu dan jendela pada tiga unit rumah yang tengah dibangun, sebagai langkah penting agar hunian segera dapat ditempati dengan layak dan aman.
Danton I Kompi 1 Batalyon C, Iptu Roy Sandri Pohan, S.H., menyampaikan bahwa keterlibatan Brimob dalam pembangunan rumah swadaya ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang bangkit dari bencana.
“Pembangunan hunian tetap ini bukan sekadar mendirikan bangunan, tetapi membangun kembali rasa aman dan harapan warga agar dapat melanjutkan kehidupan dengan lebih baik,” ujarnya.
Warga Desa Tolang Julu menyambut baik dan mengapresiasi keterlibatan personel Brimob yang bekerja bersama masyarakat tanpa sekat. Kehadiran aparat di tengah proses pembangunan dinilai memberi semangat dan motivasi tersendiri bagi warga untuk bangkit pascabencana.
Melalui kegiatan ini, Brimob Polda Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk terus hadir secara humanis, tidak hanya dalam tugas pengamanan, tetapi juga dalam mendukung pemulihan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi warga yang terdampak bencana alam.(*/S.Simannuntak)
Pembangunan hunian ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana, sekaligus wujud sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam membangun kembali kehidupan warga yang terdampak.
Dalam pelaksanaannya, personel Brimob bersama warga bergotong royong melakukan pemasangan dinding batu batako pada rumah swadaya hunian tetap. Selain itu, personel juga membantu pemasangan kusen pintu dan jendela pada tiga unit rumah yang tengah dibangun, sebagai langkah penting agar hunian segera dapat ditempati dengan layak dan aman.
Danton I Kompi 1 Batalyon C, Iptu Roy Sandri Pohan, S.H., menyampaikan bahwa keterlibatan Brimob dalam pembangunan rumah swadaya ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang bangkit dari bencana.
“Pembangunan hunian tetap ini bukan sekadar mendirikan bangunan, tetapi membangun kembali rasa aman dan harapan warga agar dapat melanjutkan kehidupan dengan lebih baik,” ujarnya.
Warga Desa Tolang Julu menyambut baik dan mengapresiasi keterlibatan personel Brimob yang bekerja bersama masyarakat tanpa sekat. Kehadiran aparat di tengah proses pembangunan dinilai memberi semangat dan motivasi tersendiri bagi warga untuk bangkit pascabencana.
Melalui kegiatan ini, Brimob Polda Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk terus hadir secara humanis, tidak hanya dalam tugas pengamanan, tetapi juga dalam mendukung pemulihan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi warga yang terdampak bencana alam.(*/S.Simannuntak)
Konferwil HIMMAH Sumut ke- XVI, Imransyah Pasai Terpilih Pimpin Organisasi
RMN, Asahan – Imransyah Pasai resmi terpilih dalam perhelatan Konferensi Wilayah (Konferwil) Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Sumatera Utara (HIMMAH Sumut) ke- XVI pada Kamis, 12 Februari 2026 yang berlangsung di Antariksa Hotel, Jalan Sei Gambus No.3, Kel. Sendang Sari, Kec. Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan.
Hal ini menjadi babak baru regenerasi kepemimpinan himpunan mahasiswa terbesar di Provinsi Sumatera Utara itu yang berjalan dengan lancar dan kondusif sehingga menghasilkan keputusan terbaik dalam menentukan arah dan kebijakan organisasi.
Ia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dari segenap senior, pengurus dan kader HIMMAH se- Sumut khususnya PP HIMMAH yang telah memberikannya kepercayaan dalam memimpin dengan visi “HIMMAH Sumut: Modern, Mandiri, Berdampak”.
“Amanah ini tanggung jawab besar. Fokus utama kita ke depan adalah penguatan kaderisasi dan memastikan HIMMAH Sumut hadir sebagai mitra strategis pembangunan di Sumatera Utara, sekaligus benteng moral bagi mahasiswa,” ujar Imran sapaan akrabnya usai terpilih didampingi para pendukungnya.
Dengan terpilihnya Imransyah Pasai diharapkan mampu memberikan energi baru bagi roda organisasi dan pesan agar kepengurusan nantinya segera melakukan akselerasi program kerja serta merangkul seluruh elemen kader untuk menjaga soliditas internal.
“Sudah saatnya kita kembali bersatu. Konferensi telah usai, mari kita jadikan pasca musyawarah ini menjadi momentum merekatkan silaturahmi serta membangun semangat baru untuk HIMMAH Sumatera Utara,” pungkasnya mengakhiri.(*/A.Halim)
Hal ini menjadi babak baru regenerasi kepemimpinan himpunan mahasiswa terbesar di Provinsi Sumatera Utara itu yang berjalan dengan lancar dan kondusif sehingga menghasilkan keputusan terbaik dalam menentukan arah dan kebijakan organisasi.
Ia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dari segenap senior, pengurus dan kader HIMMAH se- Sumut khususnya PP HIMMAH yang telah memberikannya kepercayaan dalam memimpin dengan visi “HIMMAH Sumut: Modern, Mandiri, Berdampak”.
“Amanah ini tanggung jawab besar. Fokus utama kita ke depan adalah penguatan kaderisasi dan memastikan HIMMAH Sumut hadir sebagai mitra strategis pembangunan di Sumatera Utara, sekaligus benteng moral bagi mahasiswa,” ujar Imran sapaan akrabnya usai terpilih didampingi para pendukungnya.
Dengan terpilihnya Imransyah Pasai diharapkan mampu memberikan energi baru bagi roda organisasi dan pesan agar kepengurusan nantinya segera melakukan akselerasi program kerja serta merangkul seluruh elemen kader untuk menjaga soliditas internal.
“Sudah saatnya kita kembali bersatu. Konferensi telah usai, mari kita jadikan pasca musyawarah ini menjadi momentum merekatkan silaturahmi serta membangun semangat baru untuk HIMMAH Sumatera Utara,” pungkasnya mengakhiri.(*/A.Halim)
