RMN, Medan, 15 Oktober 2026 — Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah Kota Medan dan meningkatkan perhatian terhadap kualitas udara serta kesehatan masyarakat. Pemerintah Kota Medan meminta warga mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker jika harus beraktivitas di luar, dan menjaga kondisi kesehatan. Menurut keterangan Pemko, asap yang mencapai Sumatera Utara terbawa angin dari wilayah lain di Pulau Sumatra yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Data pemantauan BMKG pada Rabu (14/10) pukul 10.00 WIB mencatat konsentrasi PM2.5 di Kota Medan sebesar 116,3 µg/m³. Dinas Kesehatan Kota Medan menyebut angka itu berada di atas ambang baku mutu udara ambien nasional sebesar 55 µg/m³, sebagaimana dirujuk dalam PP Nomor 22 Tahun 2021. PM2.5 merupakan partikel halus yang dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan, sehingga kondisi tersebut perlu diwaspadai, terutama oleh warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Pemantauan AQMS Pemko Medan pada pukul 07.00 WIB di hari yang sama mencatat ISPU 136 di Jalan Pinang Baris, Medan Sunggal, yang masuk kategori tidak sehat. Sementara itu, di Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution, Medan Johor, ISPU tercatat 83 atau kategori sedang. Perbedaan angka di dua lokasi itu menunjukkan bahwa kondisi udara dapat bervariasi antarkawasan, sehingga warga dianjurkan memperhatikan informasi kualitas udara terbaru.
BBMKG Wilayah I menyampaikan bahwa citra sebaran asap pada 14 Oktober pukul 08.00 WIB menunjukkan asap terdeteksi di seluruh wilayah Sumatera Utara. Namun, citra satelit pada 13 Oktober tidak menunjukkan titik panas di Sumut. Dengan demikian, data tersebut belum memastikan lokasi kebakaran yang menjadi sumber asap yang mencapai Medan; Pemko menyebut asap berasal dari wilayah lain di Sumatra dan terbawa pergerakan angin. Di sejumlah wilayah Sumut, jarak pandang yang diamati di Stasiun Meteorologi Aek Godang dan Silangit berkisar 1–4 kilometer.
Dinas Kesehatan Kota Medan mengingatkan warga agar tidak mengabaikan gejala seperti batuk, sesak napas, nyeri dada, mata perih, atau keluhan kesehatan lain yang muncul maupun memburuk saat kabut asap berlangsung. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga dengan asma atau gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian khusus. Jika mengalami gangguan kesehatan, warga dianjurkan segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengimbau masyarakat membatasi aktivitas dan olahraga berat di luar ruangan, memakai masker saat terpaksa keluar, serta memperbanyak minum air putih. Pemerintah kota juga menyampaikan imbauan kepada sekolah dan berkoordinasi dengan wilayah setempat untuk menyebarkan informasi serta membagikan masker. Sejalan dengan upaya tersebut, Muhammad Rahmat, S.Pd.I., M.Si., Wakil Bendahara Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Al Washliyah Provinsi Sumatera Utara, mengajak masyarakat di daerah yang terdampak asap agar memakai masker, khususnya ketika beraktivitas di luar rumah, dan memperhatikan kesehatan keluarga serta kelompok rentan.
Masyarakat juga diimbau mengikuti pembaruan kualitas udara dari kanal resmi, berhati-hati saat berkendara ketika jarak pandang berkurang, dan tidak melakukan pembakaran terbuka yang dapat menambah pencemaran. Pemantauan oleh instansi terkait perlu terus dilakukan selama kondisi udara belum membaik. Dengan mengurangi paparan asap, memakai masker saat diperlukan, dan segera mencari pertolongan medis bila muncul gangguan pernapasan, warga dapat membantu melindungi diri dan orang-orang di sekitarnya.(*/MR)

