Dukung ketahanan pangan nasional, PTPN IV Regional II tanam kedelai seluas 10 Hektar di kebun mayang

0
886

Simalungun – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional komoditas kedelai, PTPN IV Regional II menggelar kegiatan penanaman perdana kedelai di kebun mayang kecamatan bosar maligas, kabupaten simalungun. Dimana kegiatan ini merupakan pematangan pilot project PTPN IV Palmco yang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi kedelai nasional.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Manajer kebun & PKS Mayang Heykal K.D Ritonga, Asisten Kepala (Askep) PTPN IV regional II Panuturan Marpaung, serta seluruh Karpim Unit Kebun dan PKS Mayang. Juga Turut hadir Camat Bosar Maligas Rosmardiah Purba, SE, Pangulu Mayang Ahmadi, dan Pangulu Tempel jaya Jimin.

Bibit kedelai (Agro modern varietas devon 1) yang ditanam juga merupakan varietas unggul yang dikembangkan oleh kementerian Pertanian. Dimana varietas ini diyakini memiliki potensi hasil hingga 3,09 ton per hektare dan rata-rata hasil 2,75 ton per hektare. Keunggulan lain dari Devon 1 adalah tahan terhadap penyakit karat daun dan tahan hama pengisap polong. Selain itu, kedelai Devon 1 mengandung isoflavon yang lebih tinggi.

Selain kegiatan penanaman, acara juga dirangkai dengan kegiatan sosial berupa pemberian santunan kepada 11 anak yatim yang berasal dari lingkungan SD/MTs Mayang. Pemberian santunan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan perhatian terhadap masyarakat, khususnya anak-anak di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Program ketahanan pangan ini diharapkan tidak hanya mendukung peningkatan produktivitas pertanian, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar serta memperkuat sinergi antara PTPN IV Regional II dengan pemerintah kecamatan, pemerintahan nagori, dan masyarakat.

Melalui penanaman kedelai seluas 10 hektare tersebut, Unit Kebun dan PKS Mayang PTPN IV Regional II menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan yang berfokus pada percepatan swasembada dan pengurangan ketergantungan pada impor kedelai.