RMN, Labusel – Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto bersama Wakapolda Sumut Brigjen Pol Sonny Irawan melakukan kunjungan kerja ke wilayah hukum Polres Labuhanbatu Selatan, Kamis, guna memantau langsung arus mudik dalam rangka Operasi Ketupat Toba 2026.
Kunjungan tersebut dipusatkan di Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, dengan agenda utama pengecekan kesiapan personel dan kelancaran arus lalu lintas.
Rombongan Kapolda Sumut tiba menggunakan helikopter di Lapangan SBBK, Kota Pinang, sebelum langsung menuju Pos Pengamanan (Pos Pam) 1 untuk meninjau situasi di lapangan sekaligus memberikan bingkisan kepada personel yang bertugas.
Dalam peninjauan tersebut, Kapolda bersama rombongan juga memantau kondisi arus lalu lintas secara real time melalui Google Maps dan CCTV guna memastikan tidak terjadi hambatan signifikan selama periode mudik Lebaran.
Kabag Ops Polres Labuhanbatu Selatan AKP Nelson Silalahi memaparkan bahwa pihaknya telah menyiapkan dua Pos Pam dan dua Pos Pelayanan (Pos Yan) yang didukung sejumlah personel untuk mengamankan jalur mudik di wilayah tersebut.
Selain itu, situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) dilaporkan dalam kondisi terkendali, meski terdapat potensi kepadatan di beberapa titik perbatasan.
Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat harus menjamin kelancaran arus mudik tanpa hambatan berarti.
“Dalam melaksanakan Operasi Ketupat, Polri khususnya Polda Sumut menjamin tidak boleh ada hambatan yang dapat mengganggu arus mudik. Berdasarkan pantauan, ada sedikit hambatan di perbatasan Riau dan Labusel, namun segera akan diatasi melalui koordinasi dengan Polres Rohil agar arus mudik berjalan lancar, aman, dan tertib,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir karena aparat TNI dan Polri akan terus memberikan pelayanan maksimal selama periode mudik.
Usai peninjauan, Kapolda dan rombongan melanjutkan kegiatan ke Aula Polres Labuhanbatu Selatan untuk makan bersama jajaran pejabat utama setempat.
Sementara itu, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Sonny Irawan bersama Dirpolairud dan jajaran melakukan pengecekan lahan serta rumah dinas, sebelum melaksanakan salat zuhur di Masjid Istiqomah, Kota Pinang.
Rangkaian kegiatan kunjungan kerja berakhir sekitar pukul 13.00 WIB, dengan situasi secara umum terpantau aman dan kondusif.(*/S.Simanjuntak)
Optimalisasi Pengamanan Mudik, Brimob Sumut Siaga di Simpang Lima Dan Pelabuhan Sibolga
RMN, Sumut – Dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Toba 2026, personel Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Utara terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat selama perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Pada Kamis (19/03/2026), sebanyak 10 personel yang dipimpin oleh Ipda Andrico P. Sembiring, S.H. melaksanakan kegiatan di dua titik strategis, yakni Posyan Simpang Lima Kota Sibolga dan Pos Terpadu Pelabuhan Pelindo Sibolga. Kegiatan diawali dengan apel pagi sebagai bentuk kesiapan dan konsolidasi sebelum pelaksanaan tugas di lapangan.
Di Posyan Simpang Lima, personel melaksanakan pengaturan lalu lintas guna memastikan kelancaran arus kendaraan serta menjaga ketertiban di kawasan pusat aktivitas masyarakat. Sementara itu, di Pos Terpadu Pelabuhan Pelindo Sibolga, personel aktif melakukan patroli dialogis dengan menyambangi masyarakat serta membantu pengamanan keluar masuk kendaraan dari transportasi laut yang menjadi salah satu jalur vital arus mudik.
Dengan dukungan perlengkapan operasional yang memadai serta sinergitas bersama instansi terkait, kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran personel Brimob di lapangan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya para pengguna jasa pelabuhan.
Melalui kegiatan ini, situasi kamtibmas serta kamseltibcar lantas di wilayah Sibolga tetap terjaga dalam kondisi kondusif. Brimob Polda Sumut berkomitmen untuk terus hadir memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik demi mendukung kelancaran arus mudik serta terciptanya suasana Hari Raya Idul Fitri yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.(*/S.Simanjuntak)
Pada Kamis (19/03/2026), sebanyak 10 personel yang dipimpin oleh Ipda Andrico P. Sembiring, S.H. melaksanakan kegiatan di dua titik strategis, yakni Posyan Simpang Lima Kota Sibolga dan Pos Terpadu Pelabuhan Pelindo Sibolga. Kegiatan diawali dengan apel pagi sebagai bentuk kesiapan dan konsolidasi sebelum pelaksanaan tugas di lapangan.
Di Posyan Simpang Lima, personel melaksanakan pengaturan lalu lintas guna memastikan kelancaran arus kendaraan serta menjaga ketertiban di kawasan pusat aktivitas masyarakat. Sementara itu, di Pos Terpadu Pelabuhan Pelindo Sibolga, personel aktif melakukan patroli dialogis dengan menyambangi masyarakat serta membantu pengamanan keluar masuk kendaraan dari transportasi laut yang menjadi salah satu jalur vital arus mudik.
Dengan dukungan perlengkapan operasional yang memadai serta sinergitas bersama instansi terkait, kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran personel Brimob di lapangan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya para pengguna jasa pelabuhan.
Melalui kegiatan ini, situasi kamtibmas serta kamseltibcar lantas di wilayah Sibolga tetap terjaga dalam kondisi kondusif. Brimob Polda Sumut berkomitmen untuk terus hadir memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik demi mendukung kelancaran arus mudik serta terciptanya suasana Hari Raya Idul Fitri yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.(*/S.Simanjuntak)
Kapolda Sumut Pantau Arus Mudik via Patroli Udara, Pastikan Jalur Aman Dan Lancar
RMN, Medan – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto melaksanakan patroli udara guna memantau arus mudik Lebaran 2026 sekaligus melakukan pengecekan pos pengamanan (Pos Pam) Operasi Ketupat Toba 2026 di wilayah hukum Polres Labuhanbatu dan Polres Labuhanbatu Selatan.
Kegiatan tersebut dilakukan secara terpadu dengan memanfaatkan helikopter, sehingga pemantauan kondisi lalu lintas dan kesiapan pengamanan dapat dilakukan secara langsung dari udara maupun di titik-titik pos pengamanan.
Kapolda didampingi Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Sonny Irawan beserta jajaran pejabat utama Polda Sumut menyisir jalur-jalur utama mudik, termasuk kawasan rawan kepadatan serta wilayah pesisir yang menjadi lintasan maupun tujuan masyarakat.
Dalam rangkaian kegiatan itu, rombongan juga mendarat di sejumlah titik, di antaranya wilayah Labuhanbatu dan Labuhanbatu Selatan, untuk meninjau langsung Pos Pam serta memastikan kesiapan personel di lapangan.
Selain melakukan pengecekan, Kapolda turut memberikan arahan kepada personel agar meningkatkan kewaspadaan dan pelayanan kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026.
Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu mengatakan patroli udara yang dipadukan dengan pengecekan Pos Pam ini bertujuan untuk memastikan pengamanan arus mudik berjalan optimal.
“Patroli udara ini kita lakukan bersamaan dengan pengecekan Pos Pam di wilayah Labuhanbatu dan Labusel, untuk memastikan kesiapan personel serta melihat langsung kondisi arus mudik sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan dengan cepat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemantauan dari udara memberikan gambaran menyeluruh terkait titik-titik rawan kemacetan maupun potensi gangguan lainnya yang tidak sepenuhnya terpantau dari darat.
Dengan kombinasi patroli udara dan pengecekan langsung di lapangan, Polda Sumut memastikan sinergi pengamanan berjalan maksimal, baik dari sisi pengaturan lalu lintas maupun pelayanan kepada pemudik.
Seluruh rangkaian kegiatan patroli udara dan kunjungan kerja tersebut berlangsung aman dan kondusif, serta diharapkan mampu mendukung kelancaran arus mudik di wilayah Sumatera Utara.(*/S.Simanjuntak)
Kegiatan tersebut dilakukan secara terpadu dengan memanfaatkan helikopter, sehingga pemantauan kondisi lalu lintas dan kesiapan pengamanan dapat dilakukan secara langsung dari udara maupun di titik-titik pos pengamanan.
Kapolda didampingi Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Sonny Irawan beserta jajaran pejabat utama Polda Sumut menyisir jalur-jalur utama mudik, termasuk kawasan rawan kepadatan serta wilayah pesisir yang menjadi lintasan maupun tujuan masyarakat.
Dalam rangkaian kegiatan itu, rombongan juga mendarat di sejumlah titik, di antaranya wilayah Labuhanbatu dan Labuhanbatu Selatan, untuk meninjau langsung Pos Pam serta memastikan kesiapan personel di lapangan.
Selain melakukan pengecekan, Kapolda turut memberikan arahan kepada personel agar meningkatkan kewaspadaan dan pelayanan kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026.
Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu mengatakan patroli udara yang dipadukan dengan pengecekan Pos Pam ini bertujuan untuk memastikan pengamanan arus mudik berjalan optimal.
“Patroli udara ini kita lakukan bersamaan dengan pengecekan Pos Pam di wilayah Labuhanbatu dan Labusel, untuk memastikan kesiapan personel serta melihat langsung kondisi arus mudik sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan dengan cepat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemantauan dari udara memberikan gambaran menyeluruh terkait titik-titik rawan kemacetan maupun potensi gangguan lainnya yang tidak sepenuhnya terpantau dari darat.
Dengan kombinasi patroli udara dan pengecekan langsung di lapangan, Polda Sumut memastikan sinergi pengamanan berjalan maksimal, baik dari sisi pengaturan lalu lintas maupun pelayanan kepada pemudik.
Seluruh rangkaian kegiatan patroli udara dan kunjungan kerja tersebut berlangsung aman dan kondusif, serta diharapkan mampu mendukung kelancaran arus mudik di wilayah Sumatera Utara.(*/S.Simanjuntak)
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir Sabu di Langkat, Modus Transaksi di Parkiran Rumah Sakit
RMN, Medan – Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) kembali mengungkap peredaran narkotika jenis sabu-sabu dengan menangkap dua orang kurir di Kabupaten Langkat.
Kedua tersangka masing-masing berinisial MF (33) dan KS (33), warga Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, diamankan saat hendak melakukan transaksi narkoba di parkiran Bidadari, Kabupaten Langkat, Sabtu (14/3).
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol. Andy Arisandi, mengatakan penangkapan tersebut merupakan hasil penyamaran petugas yang berpura-pura sebagai pembeli.
“Keduanya ditangkap saat akan melakukan transaksi sabu seberat 1 kilogram di wilayah Langkat,” ujar Andy di Medan, Rabu (18/3).
Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa sabu-sabu seberat 1 kilogram yang dikemas dalam bungkusan teh China berwarna hijau.
“Barang bukti berupa sabu seberat 1 kilogram yang terbungkus dalam teh China warna hijau. Kemudian yang bersangkutan melakukan transaksi di salah satu rumah sakit yang ada di wilayah Langkat,” katanya.
Andy menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kedua tersangka diduga telah berulang kali melakukan transaksi narkoba di lokasi serupa, yakni di area parkiran rumah sakit.
Menurut pengakuan tersangka, lokasi tersebut dipilih karena dianggap lebih aman dan tidak mencurigakan.
“Rumah sakit selalu dijadikan sebagai tempat untuk transaksi. Mungkin kebiasaan tersangka melakukan transaksi di tempat yang dirasa aman itulah yang kemudian dilakukan,” ujarnya.
Dalam kasus ini, para pelaku menawarkan sabu seberat 1 kilogram dengan harga Rp190 juta kepada calon pembeli.
Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan di atas kedua tersangka, termasuk memburu bandar yang mengendalikan peredaran narkotika tersebut.
Polda Sumut menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkoba hingga ke akar jaringan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.(*/S.Simanjuntak)
Kedua tersangka masing-masing berinisial MF (33) dan KS (33), warga Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, diamankan saat hendak melakukan transaksi narkoba di parkiran Bidadari, Kabupaten Langkat, Sabtu (14/3).
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol. Andy Arisandi, mengatakan penangkapan tersebut merupakan hasil penyamaran petugas yang berpura-pura sebagai pembeli.
“Keduanya ditangkap saat akan melakukan transaksi sabu seberat 1 kilogram di wilayah Langkat,” ujar Andy di Medan, Rabu (18/3).
Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa sabu-sabu seberat 1 kilogram yang dikemas dalam bungkusan teh China berwarna hijau.
“Barang bukti berupa sabu seberat 1 kilogram yang terbungkus dalam teh China warna hijau. Kemudian yang bersangkutan melakukan transaksi di salah satu rumah sakit yang ada di wilayah Langkat,” katanya.
Andy menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kedua tersangka diduga telah berulang kali melakukan transaksi narkoba di lokasi serupa, yakni di area parkiran rumah sakit.
Menurut pengakuan tersangka, lokasi tersebut dipilih karena dianggap lebih aman dan tidak mencurigakan.
“Rumah sakit selalu dijadikan sebagai tempat untuk transaksi. Mungkin kebiasaan tersangka melakukan transaksi di tempat yang dirasa aman itulah yang kemudian dilakukan,” ujarnya.
Dalam kasus ini, para pelaku menawarkan sabu seberat 1 kilogram dengan harga Rp190 juta kepada calon pembeli.
Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan di atas kedua tersangka, termasuk memburu bandar yang mengendalikan peredaran narkotika tersebut.
Polda Sumut menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkoba hingga ke akar jaringan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.(*/S.Simanjuntak)
Siaga Tanpa Henti, Brimob Polda Sumut Kawal Ketat Arus Mudik Lebaran di Sibolga Dalam Operasi Ketupat Toba 2026
RMN, Sumut – Komitmen memberikan rasa aman di tengah euforia mudik Lebaran kembali ditunjukkan oleh personel Batalyon C Satuan Brimob Polda Sumatera Utara. Dalam rangka Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Toba 2026”, Brimob hadir langsung di titik-titik vital Kota Sibolga untuk memastikan seluruh aktivitas masyarakat berjalan aman, lancar, dan kondusif, Rabu (18/03/2026).
Sejak pagi hari, personel telah bersiaga penuh melalui pelaksanaan apel kesiapan di masing-masing pos. Pengamanan difokuskan di Pos Pelayanan Simpang Lima serta Pos Terpadu Pelabuhan Pelindo Sibolga—dua lokasi strategis yang menjadi pusat mobilitas masyarakat, khususnya selama arus mudik dan balik Lebaran.
Di Posyan Simpang Lima, personel Brimob aktif mengatur arus lalu lintas guna mengantisipasi kepadatan kendaraan sekaligus menjaga kelancaran perjalanan masyarakat. Sementara di kawasan Pelabuhan Pelindo Sibolga, kehadiran Brimob tidak hanya sebatas pengamanan, tetapi juga memberikan pelayanan humanis dengan menyambangi masyarakat, membantu proses keluar masuk kendaraan, serta memastikan seluruh aktivitas penyeberangan berlangsung aman dan tertib.
Dipimpin oleh IPDA Andrico P. Sembiring, S.H., seluruh personel menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, kesiapsiagaan, dan profesionalisme tinggi. Dukungan perlengkapan yang lengkap menjadi bagian dari kesiapan Brimob dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan di lapangan.
Kegiatan pengamanan ini turut mendapat perhatian langsung dari unsur Forkopimda Kota Sibolga, di antaranya Wali Kota Sibolga, Kapolres Sibolga, Wakil Ketua DPRD Sibolga, serta Ketua Bhayangkari Cabang Sibolga. Kunjungan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan moril atas kerja keras personel dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Hasilnya, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga dengan baik. Arus lalu lintas di sekitar Simpang Lima berjalan lancar, sementara aktivitas di Pelabuhan Pelindo berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran Brimob pun dirasakan langsung oleh masyarakat, yang mengaku lebih tenang dan nyaman saat beraktivitas.
Sinergi yang solid antar instansi dalam Operasi Ketupat Toba 2026 menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi adalah kunci utama dalam menciptakan pelayanan publik yang optimal, khususnya di momen penting seperti Hari Raya Idul Fitri.
Brimob Polda Sumut akan terus berdiri di garda terdepan, sigap, humanis, dan profesional—demi memastikan setiap langkah masyarakat dalam merayakan Lebaran berlangsung aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan.(*/S.Simanjuntak)
Sejak pagi hari, personel telah bersiaga penuh melalui pelaksanaan apel kesiapan di masing-masing pos. Pengamanan difokuskan di Pos Pelayanan Simpang Lima serta Pos Terpadu Pelabuhan Pelindo Sibolga—dua lokasi strategis yang menjadi pusat mobilitas masyarakat, khususnya selama arus mudik dan balik Lebaran.
Di Posyan Simpang Lima, personel Brimob aktif mengatur arus lalu lintas guna mengantisipasi kepadatan kendaraan sekaligus menjaga kelancaran perjalanan masyarakat. Sementara di kawasan Pelabuhan Pelindo Sibolga, kehadiran Brimob tidak hanya sebatas pengamanan, tetapi juga memberikan pelayanan humanis dengan menyambangi masyarakat, membantu proses keluar masuk kendaraan, serta memastikan seluruh aktivitas penyeberangan berlangsung aman dan tertib.
Dipimpin oleh IPDA Andrico P. Sembiring, S.H., seluruh personel menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, kesiapsiagaan, dan profesionalisme tinggi. Dukungan perlengkapan yang lengkap menjadi bagian dari kesiapan Brimob dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan di lapangan.
Kegiatan pengamanan ini turut mendapat perhatian langsung dari unsur Forkopimda Kota Sibolga, di antaranya Wali Kota Sibolga, Kapolres Sibolga, Wakil Ketua DPRD Sibolga, serta Ketua Bhayangkari Cabang Sibolga. Kunjungan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan moril atas kerja keras personel dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Hasilnya, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga dengan baik. Arus lalu lintas di sekitar Simpang Lima berjalan lancar, sementara aktivitas di Pelabuhan Pelindo berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran Brimob pun dirasakan langsung oleh masyarakat, yang mengaku lebih tenang dan nyaman saat beraktivitas.
Sinergi yang solid antar instansi dalam Operasi Ketupat Toba 2026 menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi adalah kunci utama dalam menciptakan pelayanan publik yang optimal, khususnya di momen penting seperti Hari Raya Idul Fitri.
Brimob Polda Sumut akan terus berdiri di garda terdepan, sigap, humanis, dan profesional—demi memastikan setiap langkah masyarakat dalam merayakan Lebaran berlangsung aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan.(*/S.Simanjuntak)
Polda Sumut Tetapkan Eks Kepala Unit BNI Aek Nabara Tersangka Penggelapan Dana Jemaat Rp28 Miliar
RMN, Medan – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara menetapkan satu orang tersangka dalam kasus dugaan penggelapan dana jemaat Gereja Katolik Paroki Aek Nabara, Kabupaten Labuhanbatu, senilai Rp28 miliar.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut Kombes Pol. Rahmat Budi Handoko mengatakan, tersangka berinisial AH yang diketahui bernama Andi Hakim Febriansyah merupakan mantan Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara di bawah Cabang BNI Rantauprapat.
“Kami sudah menetapkan seorang tersangka, yaitu inisial AH. Kemudian, jabatan terakhir dari tersangka tersebut adalah mantan pimpinan BNI cabang, atau pimpinan kantor kas Bank BNI secara definitif,” ujar Rahmat, Rabu (18/3).
Ia menjelaskan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan rangkaian penyelidikan dan menemukan alat bukti yang cukup atas dugaan tindak pidana tersebut.
Kasus ini dilaporkan pada 26 Februari 2026 oleh pimpinan Cabang BNI Rantauprapat, Muhammad Camel, dengan nomor laporan LP/B/327/II/2026.
Namun, saat dipanggil untuk pemeriksaan, tersangka diketahui telah berada di luar daerah dan kemudian melarikan diri ke luar negeri.
“Artinya, dua hari setelah dilaporkan, dia sudah bergerak dari Bali menuju Australia menggunakan pesawat,” kata Rahmat.
Lebih lanjut, Rahmat mengungkapkan kasus ini bermula sejak 2019, saat tersangka menawarkan produk investasi bernama “BNI Deposito Investment” kepada pihak gereja.
“Jadi, sebenarnya produk ini tidak dikeluarkan oleh BNI. Namun beliau mengatakan bahwa ada produk yang dapat memberikan bunga sebesar 8% per tahun,” ujarnya.
Padahal, lanjut dia, bunga deposito perbankan pada umumnya hanya berkisar sekitar 3,7 persen per tahun.
Dalam praktiknya, tersangka diduga memalsukan dokumen, termasuk bilyet deposito dan tanda tangan nasabah, serta mengalihkan dana ke rekening pribadi, istrinya, dan perusahaan miliknya.
Saat ini, Polda Sumut telah berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional Polri, Interpol, dan Australian Federal Police (AFP) untuk memburu tersangka serta mengajukan penerbitan red notice.(*/S.Simanjuntak)
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut Kombes Pol. Rahmat Budi Handoko mengatakan, tersangka berinisial AH yang diketahui bernama Andi Hakim Febriansyah merupakan mantan Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara di bawah Cabang BNI Rantauprapat.
“Kami sudah menetapkan seorang tersangka, yaitu inisial AH. Kemudian, jabatan terakhir dari tersangka tersebut adalah mantan pimpinan BNI cabang, atau pimpinan kantor kas Bank BNI secara definitif,” ujar Rahmat, Rabu (18/3).
Ia menjelaskan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan rangkaian penyelidikan dan menemukan alat bukti yang cukup atas dugaan tindak pidana tersebut.
Kasus ini dilaporkan pada 26 Februari 2026 oleh pimpinan Cabang BNI Rantauprapat, Muhammad Camel, dengan nomor laporan LP/B/327/II/2026.
Namun, saat dipanggil untuk pemeriksaan, tersangka diketahui telah berada di luar daerah dan kemudian melarikan diri ke luar negeri.
“Artinya, dua hari setelah dilaporkan, dia sudah bergerak dari Bali menuju Australia menggunakan pesawat,” kata Rahmat.
Lebih lanjut, Rahmat mengungkapkan kasus ini bermula sejak 2019, saat tersangka menawarkan produk investasi bernama “BNI Deposito Investment” kepada pihak gereja.
“Jadi, sebenarnya produk ini tidak dikeluarkan oleh BNI. Namun beliau mengatakan bahwa ada produk yang dapat memberikan bunga sebesar 8% per tahun,” ujarnya.
Padahal, lanjut dia, bunga deposito perbankan pada umumnya hanya berkisar sekitar 3,7 persen per tahun.
Dalam praktiknya, tersangka diduga memalsukan dokumen, termasuk bilyet deposito dan tanda tangan nasabah, serta mengalihkan dana ke rekening pribadi, istrinya, dan perusahaan miliknya.
Saat ini, Polda Sumut telah berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional Polri, Interpol, dan Australian Federal Police (AFP) untuk memburu tersangka serta mengajukan penerbitan red notice.(*/S.Simanjuntak)
Polres Pematang Siantar Respon Cepat Cek Laporan Keributan di Jalan Ahmad Yani
RMN, Siantar – Polres Pematangsiantar respon cepat Pengecekan adanya keributan di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Asuhan Kecamatan Sianțar Timur Kota Pematangsiantar tepatnya didepan Rumah Makan (RM) Panorama, pada Selasa 17 Maret 2026 sore sekira pukul 15.00 Wib.
Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak SH. SIK. MH melalui PS. Kasi Humas IPTU Agustina Triyadewi mengatakan adanya keributan tersebut dilaporkan warga inisial Ar melalui Call Center 110. Pelapor Ar melaporkan ada sekelompok orang di duga Debt Collector (DC) sedang berkelahi dengan pengendara sepeda motor yang menyebabkan lalu lintas sekitar menjadi terganggu.
Kemudian Operator Call Center 110 Polres Pematangsiantar meneruskan laporan tersebut ke Tim Tim pencegah kemacetan (Penggal) jalan.
Setiba di TKP, Tim Penggal menemukan adanya keributan yang disebabkan sekelompok orang di duga Debt Collector (DC) melakukan penarikan paksa terhadap satu unit sepeda motor yang sedang dikendarai seorang pengendara yang mengakibatkan pengendara motor tersebut tidak terima akan hal tersebut dan melakukan perlawanan.
Selanjutnya Tim Penggal mencoba melakukan mediasi dengan membawa pihak DC dan pengendara sepeda motor tersebut ke Polsek Siantar Timur untuk di lakukan proses lebih lanjut,” Pungkas IPTU Agustina.(*/Rudi)
Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak SH. SIK. MH melalui PS. Kasi Humas IPTU Agustina Triyadewi mengatakan adanya keributan tersebut dilaporkan warga inisial Ar melalui Call Center 110. Pelapor Ar melaporkan ada sekelompok orang di duga Debt Collector (DC) sedang berkelahi dengan pengendara sepeda motor yang menyebabkan lalu lintas sekitar menjadi terganggu.
Kemudian Operator Call Center 110 Polres Pematangsiantar meneruskan laporan tersebut ke Tim Tim pencegah kemacetan (Penggal) jalan.
Setiba di TKP, Tim Penggal menemukan adanya keributan yang disebabkan sekelompok orang di duga Debt Collector (DC) melakukan penarikan paksa terhadap satu unit sepeda motor yang sedang dikendarai seorang pengendara yang mengakibatkan pengendara motor tersebut tidak terima akan hal tersebut dan melakukan perlawanan.
Selanjutnya Tim Penggal mencoba melakukan mediasi dengan membawa pihak DC dan pengendara sepeda motor tersebut ke Polsek Siantar Timur untuk di lakukan proses lebih lanjut,” Pungkas IPTU Agustina.(*/Rudi)
