Beranda blog Halaman 129

Kebun Sei Kopas Regional II Telah Berikan Bantuan TJSL Sebesar Rp.369 Juta Sepanjang 2025

RMN, Asahan – Kebun Sei Kopas berkomitmen untuk turut serta mendukung pembangunan dilingkungan masyarakat sekitar dengan memberikan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kebun Sei Kopas pada tahun 2025 total telah memberikan bantuan sebesar Rp 369.566.470 (tiga ratus enam puluh sembilan juta lima ratus enam puluh enam ribu empat ratus tujuh puluh rupiah), berupa pembangunan jalan rabat beton sepanjang 125 meter di Desa Huta Padang, bantuan pembangunan masjid berupa uang tunai senilai Rp 25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah) di Desa Silau Jawa, dan pengadaan batu pitrun sebanyak 160 ton untuk jalan di Desa Sei Kopas.

Bantuan ini merupakan bentuk sinergisitas antara Kebun Sei Kopas PTPN IV Regional II
dengan seluruh pemerintahan baik di desa sekitar dan Kecamatan Bandar Pasir
Mandoge.

Manajer Unit kebun Sei Kopas regional II Dahniar Jonas Purba saat dimintai tanggapannya menyampaikan Terima kasih banyak kepada seluruh masyarakat yang senantiasa
mendukung aktivitas operasional Kebun Sei Kopas selama ini.

” besar harapan
silaturahim yang terjalin semakin erat dan kebermanfaatan Kebun Sei Kopas semakin
dapat dirasakan”, katanya

Terpisah, Mican Sitorus Camat Bandar Pasir Mandoge juga mengucapkan“Terima kasih banyak kepada Kebun Sei Kopas PTPN IV atas bantuan yang telah diberikan selama ini. CivitasbKecamatan Bandar Pasir Mandoge siap mendukung kegiatan operasional di Kebun SeiKopas, menjaga aset Kebun Sei Kopas, dan menjalin silaturahim antara masyarakat dengan manajemen Kebun Sei Kopas.

Hal senada disampaikan Dahlan S irait Kepala Desa Huta Padang, Asriaman Sitorus Kepala Desa Silau Jawa, dan Donal Nadapdap Kepala Desa Sei Kopas pihaknya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan dan memiliki harapan pada tahun 2026 bantuan yang diberikan bisa terus berlanjut. Mewakili masyarakat desa, masyarakat siap untuk mendukung dan menjaga Kebun Sei Kopas.

Perlu untuk diketahui, Kebun Sei Kopas juga rutin setiap bulan memberikan bantuan Jumat Berkah berupa sembako kepada masyarakat sekitar. Dalam upaya berbagi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar serta mendukung dan berpartisipasi dalam program pemerintah setempat seperti aktivitas keagaamaan,dan aktivitas lainnya.(*/Ril

Polres Binjai Tangkap Pelaku Pencurian Mesin Air Dan Sepeda Merk BMX Di Binjai Timur

RMN, Binjai – Polres Binjai, Polsek Binjai Timur telah berhasil melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki *MS als MELONDS (20)* yang diduga sebagai pelaku pencurian terhadap 1 unit mesin air serta 1 unit sepeda merk BMX, dengan TKP di jalan Danau Poso Lk-V kelurahan Sumber Mulyo Rejo kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai.

Awal kejadian, pada hari Selasa tanggal 09 Desember 2025 sekira pukul 07.00 wib pagi hari, selalu pemilik rumah ibu Nurhayati menghidupkan mesin airnya dan setelah dihidupkan namun air tidak ada juga keluar dari kerannya. Kemudian pelapor langsung membangunkan suaminya dan menyuruh untuk melakukan pengecekan terhadap mesin air di rumahnya.

Sebagai suami yang baik dan patuh terhadap istri, kemudian Andre Irawan langsung mengeceknya dan ternyata mesin air merk Shimizu beserta satu unit sepeda merk BMX sudah hilang dari tempatnya.

” Kemudian pelapor mengecek cctv dan terlihat pada pukul 03.45 wib pelaku masuk kedalam rumah dan melakukan pencurian terhadap satu unit mesin air bersama satu unit sepeda merk BMX dari dalam gudang rumah. Atas kejadian tersebut pelapor merasa dirugikan sehingga mendatangi Polsek Binjai Timur untuk membuat laporan.

Hasil penyelidikan oleh Tim, dapat mengendus keberadaan pelaku kemudian melakukan penangkapan terhadap MS als MELON tidak jauh dari rumahnya di jalan Wahidin Gg. Mulyo kelurahan SM. Rejo kecamatan Binjai Timur, Rabu 11 Februari 2026 pukul 16.00 wib.,

Terhadap pelaku MS dijerat dengan pasal
Tindak Pidana Pencurian sebagaimana dimaksud dalam pasal 477 UU No. 1 tahun 2023 KUHP., terang Kapolsek AKP Gusli Effendi.

Sesuai keterangan Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, S.I.K., S.H., M.M., M.H. melalui kasi humas AKP Junaidi, Polres Binjai tetap berkomitmen untuk tindak para pelaku kejahatan di kota Binjai., ujar Kasi Humas.(*/S.Simanjuntak)

Perkuat Meritokrasi, Polri Konsolidasikan Asesor Assessment Center

RMN, Jakarta – Polri menggelar kegiatan bertajuk “Konsolidasi Asesor Assessment Center Polri Tahun 2026” di Hotel Grand Sahid Jaya, Kamis (12/2/2026). Mengusung tema “Penguatan Assessment Center Polri sebagai Komponen Utama dalam Pembinaan Karier untuk Mewujudkan SDM yang Unggul”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan persepsi para penguji kompetensi di seluruh Indonesia.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM Polri, Brigjen Pol Langgeng Purnomo mewakili Asisten Kapolri bidang SDM. Dalam sambutan As sdm kapolri yang dibacakan Brigjen Langgeng, As SDM menekankan Polri terus mematangkan langkah transformasi reformasi menuju organisasi yang modern dan profesional melalui tata kelola personel yang lebih transparan dan akuntabel.

“Penguatan sistem meritokrasi melalui assessment center yang multi-tools dan multi-assessor untuk pembinaan karier anggota Polri agar terpilih personel Polri yang berintegritas dan berkompeten di tengah dinamika tantangan global yang kian kompleks”. Jelas Brigjen Langgeng.

Sebagai instrumen vital dalam mewujudkan transformasi tersebut, Polri mengoptimalkan peran Assessment Center. Fasilitas ini menjadi “filter” strategis untuk mengukur kompetensi manajerial para calon pemimpin Polri di berbagai tingkatan. Melalui metodologi yang saintifik dan objektif, Assessment Center memastikan bahwa setiap jabatan diemban oleh personel yang tepat (right man on the right place), sekaligus menghapus stigma subjektivitas dalam jenjang karier kepolisian.

“Tahun ini Polri memperkuat meritokrasi pembinaan karier melalui Assessment Center, sehingga konsolidasi ini diperlukan untuk analisa evaluasi perbaikan ke depan yang lebih baik. Visi besar kami adalah mewujudkan SDM unggul tidak hanya bagi internal Polri, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia,” ujar Langgeng.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber eksternal dari Perkumpulan Assessment Center Indonesia untuk memberikan perspektif profesional mengenai standar penilaian terkini. Hadir pula Kabagpenkompeten, Karo SDM Polda jajaran dan seluruh assessor Polri baik secara fisik maupun daring.

Sejak dirintis pada tahun 2009, Assessment Center Polri telah menunjukkan lompatan besar. Hingga tahun 2025, Polri tercatat memiliki 1.763 asesor yang tersebar di seluruh tanah air. Capaian ini diperkuat dengan Akreditasi “A” dari BKN, sertifikasi internasional ISO 9001:2015, hingga deretan Rekor MURI untuk kategori pelatihan asesor dan jumlah asesi terbanyak dalam 15 tahun.

Kepercayaan lembaga di luar Polri pun meningkat, jika pada 2021 hanya terdapat 18 instansi mitra, pada tahun 2025 jumlahnya melonjak menjadi lebih dari 50 instansi dengan total lebih dari 2.500 asesi eksternal. Sebagai bentuk apresiasi, dalam acara ini juga diberikan penghargaan kepada Polda-polda berprestasi yang mampu menjaga kualitas penilaian, baik di lingkup internal maupun layanan eksternal.

“Assessment Center Polri berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem, menguatkan metodologi dan menjaga integritas dalam setiap proses asesmen guna melahirkan kader-kader pimpinan bangsa yang unggul, berintegritas dan profesional demi masa depan Indonesia,” tutup Langgeng.(*/S.Simanjuntak)

Polsek Siantar Utara Kedepankan Problem Solving Dugaan Penganiayaan

RMN, Siantar,Personil Piket SPKT Polsek Siantar Utara Polres Pematangsiantar respon cepat selesaikan dugaan penganiayaan dengan problem solving, pada hari Rabu 11 Februari 2026 siang sekira pukul 13.30 Wib.

Kapolsek Siantar Utara AKP Jahrona Sinaga mengatakan bahwa dugaan penganiayaan tersebut terjadi di Jalan Lokomotif Ujung Kelurahan Melayu Kecamatan Siantar Utara Kota Pematangsiantar.

Awalnya pihak pihak kedua inisial W (37) warga Kelurahan Melayu Kecamatan Siantar Utara Kota Pematangsiantar sedang belanja minuman di warung Jalan Lokomotif Ujung Kelurahan Melayu Kecamatan Siantar Utara Kota Pematangsiantar. Di warung tersebut pihak kedua bertemu ibu kandung pihak pertama inisial IP (30) dan terjadi cekcok mulut sehingga pihak kedua beserta isterinya dan pihak pertama beserta ibu pihak kedua terlibat keributan.

Akibat kejadian itu pihak pertama mengalami luka gores di kening dan istri Pihak Kedua mengalami luka bengkak di kening.

Selanjutnya personil piket SPKT respon cepat melakukan mediasi terhadap kedua belah pihak di Mako Polsek Siantar Utara yang hasilnya kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan. Kedua belah pihak mengakui dan menyesali perbuatannya, berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya serta tidak melakukan Penuntutan Hukum yang dituangkan dalam Surat Pernyataan bermaterai.

Adanya Surat Perdamaian itu dugaan penganiayaan tersebut diselesaikan dengan problem solving.

“Kegiatan problem solving dugaan penganiayaan tersebut menindaklanjuti laporan masyarakat melalui Call Center 110.(*/Rudi)

Adanya Laporan Dugaan Pengancaman, Polsek Siantar Utara Cepat Cek TKP

RMN, Siantar – Personil piket Polsek Siantar Utara Polres Pematangsiantar respon cepat tindaklanjuti Call Center 110 dengan melakukan pengecekan TKP dugaan pengancaman di Jalan Otomotif Ujung Kelurahan Melayu Kecamatan Siantar Utara Kota Pematangsiantar, pada Kamis 11 Februari 2026 siang sekira puku 13.17 Wib.

Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak SH. SIK. MH melalui PS. Kasi Humas IPTU Agustina Triyadewi mengatakan awalnya seorang masyarakat inisial IP melalui Call Center 110 melaporkan ada seorang laki – laki mendatangi rumahnya secara tiba – tiba dan membuat keributan serta pengancaman kepadanya dengan senjata tajam (Sajam) yang mengakibatkan pelapor IP merasa takut.

Selanjutnya Operator Call Center 110 Polres Pematangsiantar meneruskan laporan tersebut ke piket Polsek Siantar Utara lalu personil Piket Polsek Siantar Utara langsung tindaklanjuti dengan pengecekan.

Setiba di TKP, personil piket Polsek Siantar Utara tidak menemukan lagi laki laki yang melakukan keributan dan diduga pengancaman karena sudah melarikan diri mengetahui kedatangan polisi.

Kemudian personil piket Polsek Siantar Utara memberikan himbauan kepada pelapor dan masyarakat apabila mengetahui terjadinya gangguan kamtibmas agar menghubungi Call Center 110 (Bebas Pulsa) atau Bhabinkamtibmas dan Polsek Siantar Utara sehingga langsung ditindaklanjuti.(*/Rudi)

Perkuat Meritokrasi, Polri Konsolidasikan Asesor Assessment Center

RMN, Jakarta – Polri menggelar kegiatan bertajuk “Konsolidasi Asesor Assessment Center Polri Tahun 2026” di Hotel Grand Sahid Jaya, Kamis (12/2/2026). Mengusung tema “Penguatan Assessment Center Polri sebagai Komponen Utama dalam Pembinaan Karier untuk Mewujudkan SDM yang Unggul”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan persepsi para penguji kompetensi di seluruh Indonesia.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM Polri, Brigjen Pol Langgeng Purnomo mewakili Asisten Kapolri bidang SDM. Dalam sambutan As sdm kapolri yang dibacakan Brigjen Langgeng, As SDM menekankan Polri terus mematangkan langkah transformasi reformasi menuju organisasi yang modern dan profesional melalui tata kelola personel yang lebih transparan dan akuntabel.

“Penguatan sistem meritokrasi melalui assessment center yang multi-tools dan multi-assessor untuk pembinaan karier anggota Polri agar terpilih personel Polri yang berintegritas dan berkompeten di tengah dinamika tantangan global yang kian kompleks”. Jelas Brigjen Langgeng.

Sebagai instrumen vital dalam mewujudkan transformasi tersebut, Polri mengoptimalkan peran Assessment Center. Fasilitas ini menjadi “filter” strategis untuk mengukur kompetensi manajerial para calon pemimpin Polri di berbagai tingkatan. Melalui metodologi yang saintifik dan objektif, Assessment Center memastikan bahwa setiap jabatan diemban oleh personel yang tepat (right man on the right place), sekaligus menghapus stigma subjektivitas dalam jenjang karier kepolisian.

“Tahun ini Polri memperkuat meritokrasi pembinaan karier melalui Assessment Center, sehingga konsolidasi ini diperlukan untuk analisa evaluasi perbaikan ke depan yang lebih baik. Visi besar kami adalah mewujudkan SDM unggul tidak hanya bagi internal Polri, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia,” ujar Langgeng.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber eksternal dari Perkumpulan Assessment Center Indonesia untuk memberikan perspektif profesional mengenai standar penilaian terkini. Hadir pula Kabag penkompeten, Karo SDM Polda jajaran dan seluruh assessor Polri baik secara fisik maupun daring.

Sejak dirintis pada tahun 2009, Assessment Center Polri telah menunjukkan lompatan besar. Hingga tahun 2025, Polri tercatat memiliki 1.763 asesor yang tersebar di seluruh tanah air. Capaian ini diperkuat dengan Akreditasi “A” dari BKN, sertifikasi internasional ISO 9001:2015, hingga deretan Rekor MURI untuk kategori pelatihan asesor dan jumlah asesi terbanyak dalam 15 tahun.

Kepercayaan lembaga di luar Polri pun meningkat, jika pada 2021 hanya terdapat 18 instansi mitra, pada tahun 2025 jumlahnya melonjak menjadi lebih dari 50 instansi dengan total lebih dari 2.500 asesi eksternal. Sebagai bentuk apresiasi, dalam acara ini juga diberikan penghargaan kepada Polda-polda berprestasi yang mampu menjaga kualitas penilaian, baik di lingkup internal maupun layanan eksternal.

“Assessment Center Polri berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem, menguatkan metodologi dan menjaga integritas dalam setiap proses asesmen guna melahirkan kader-kader pimpinan bangsa yang unggul, berintegritas dan profesional demi masa depan Indonesia,” tutup Langgeng.(*/Rudi)

Polsek Siantar Utara Selesaikan Dugaan Penganiayaan Dengan Mediasi

RMN, Siantar – Personil piket SPKT Polsek Siantar Utara Polres Pematangsiantar selesaikan dugaan tindak pidana penganiayaan yang terjadi di Simpang 4 Jalan Bali Kelurahan Bane Kecamatan Siantar Utara Kota Pematangsiantar, pada Rabu 11 Februari 2026 siang sekira pukul 11.15 Wib.

Kapolsek Siantar Utara AKP Jahrona Sinaga SH mengatakan bahwa kejadian itu berawal pihak pertama inisial EMN (26) warga Kelurahan Sukadame Kecamatan Siantar Utara Kota Pematangsiantar dan pihak kedua inisial JPS (40) warga Kelurahan Sigulang gulang Kecamatan Siantar Utara sama sama berada di Simpang 4 Jalan Bali tersebut.

Saat itu pihak kedua menawarkan dagangan tissue nya kepada pengemudi mobil tetapi pengemudi mobil tersebut tidak membeli dagangan nya. Setelah itu Pihak Pertama menawarkan dagangannya yang juga tissue kepada pengemudi mobil tersebut dan pengemudi mobil tersebut membeli seharga Rp. 15.000.

Hal tersebut membuat Pihak Kedua murka dan merasa tersaingi kemudian langsung mengejar Pihak Pertama serta melakukan Pemukulan yang mengakibatkan Luka gores di leher kiri Pihak Pertama. Tidak terima kejadian itu pihak pertama melaporkan kejadian ke Mako Polsek Siantar Utara.

Lalu personil piket SPKT Polsek Siantar Utara langsung merespon dengan melakukan mediasi terhadap kedua belah pihak di Polsek Siantar Utara yang hasilnya kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan. Pihak kedua mengakui dan menyesali perbuatannya serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya yang dituangkan dalam Surat Pernyataan bermaterai. Pihak pertama juga tidak melakukan Penuntutan Hukum kepada pihak kedua.

“Kedua belah pihak sudah membuat surat pernyataan perdamaian di atas materai sehingga dugaan penganiayaan tersebut diselesaikan dengan problem solving,” Pungkas AKP Jahrona.(*/Rudi)

Polsek Siantar Martoba Respon Cepat Cek Adanya Laporan Keributan di Kelurahan Tambun Nabolon

RMN, Siantar – Personil piket Polsek Siantar Martoba Polres Pematangsiantar respon cepat laporan adanya keributan di Jalan Perbatasan Perumahan Dr Efelin Kelurahan Tambun Nabolon Kecamatan Siantar Martoba Kota Pematangsiantar, pada Rabu, 11 Februari 2026 malam sekira pukul 22.30 Wib.

Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak SH. SIK. MH melalui PS. Kasi Humas IPTU Agustina Triyadewi mengatakan masyarakat inisial N melalui Call Center 110 melaporkan adanya sekelompok massa mendatangi rumahnya dan memaksa agar pelapor dan keluarganya meninggalkan kediamannya yang mengakibatkan pelapor merasa takut.

Operator Call Center 110 Polres Pematangsiantar meneruskan laporan tersebut ke piket Polsek Siantar Martoba. Setiba di TKP, personil piket Polsek Siantar Martoba bersama Piket Fungsi Polres Pematangsiantar mencoba menenangkan massa selanjutnya melakukan mediasi kedua belah pihak yang bersangkutan di karenakan awal permasalahan di sebabkan salah paham.

Hasil dari mediasi tersebut kedua belah pihak sepakat berdamai secara kekeluargaan dan massa pun segera membubarkan diri.(*/Rudi)

Perkuat Meritokrasi, Polri Konsolidasikan Asesor Assessment Center

RMN, Jakarta – Polri menggelar kegiatan bertajuk “Konsolidasi Asesor Assessment Center Polri Tahun 2026” di Hotel Grand Sahid Jaya, Kamis (12/2/2026). Mengusung tema “Penguatan Assessment Center Polri sebagai Komponen Utama dalam Pembinaan Karier untuk Mewujudkan SDM yang Unggul”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan persepsi para penguji kompetensi di seluruh Indonesia.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM Polri, Brigjen Pol Langgeng Purnomo mewakili Asisten Kapolri bidang SDM. Dalam sambutan As sdm kapolri yang dibacakan Brigjen Langgeng, As SDM menekankan Polri terus mematangkan langkah transformasi reformasi menuju organisasi yang modern dan profesional melalui tata kelola personel yang lebih transparan dan akuntabel.

“Penguatan sistem meritokrasi melalui assessment center yang multi-tools dan multi-assessor untuk pembinaan karier anggota Polri agar terpilih personel Polri yang berintegritas dan berkompeten di tengah dinamika tantangan global yang kian kompleks”. Jelas Brigjen Langgeng.

Sebagai instrumen vital dalam mewujudkan transformasi tersebut, Polri mengoptimalkan peran Assessment Center. Fasilitas ini menjadi “filter” strategis untuk mengukur kompetensi manajerial para calon pemimpin Polri di berbagai tingkatan. Melalui metodologi yang saintifik dan objektif, Assessment Center memastikan bahwa setiap jabatan diemban oleh personel yang tepat (right man on the right place), sekaligus menghapus stigma subjektivitas dalam jenjang karier kepolisian.

“Tahun ini Polri memperkuat meritokrasi pembinaan karier melalui Assessment Center, sehingga konsolidasi ini diperlukan untuk analisa evaluasi perbaikan ke depan yang lebih baik. Visi besar kami adalah mewujudkan SDM unggul tidak hanya bagi internal Polri, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia,” ujar Langgeng.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber eksternal dari Perkumpulan Assessment Center Indonesia untuk memberikan perspektif profesional mengenai standar penilaian terkini. Hadir pula Kabagpenkompeten, Karo SDM Polda jajaran dan seluruh assessor Polri baik secara fisik maupun daring.

Sejak dirintis pada tahun 2009, Assessment Center Polri telah menunjukkan lompatan besar. Hingga tahun 2025, Polri tercatat memiliki 1.763 asesor yang tersebar di seluruh tanah air. Capaian ini diperkuat dengan Akreditasi “A” dari BKN, sertifikasi internasional ISO 9001:2015, hingga deretan Rekor MURI untuk kategori pelatihan asesor dan jumlah asesi terbanyak dalam 15 tahun.

Kepercayaan lembaga di luar Polri pun meningkat, jika pada 2021 hanya terdapat 18 instansi mitra, pada tahun 2025 jumlahnya melonjak menjadi lebih dari 50 instansi dengan total lebih dari 2.500 asesi eksternal. Sebagai bentuk apresiasi, dalam acara ini juga diberikan penghargaan kepada Polda-polda berprestasi yang mampu menjaga kualitas penilaian, baik di lingkup internal maupun layanan eksternal.

“Assessment Center Polri berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem, menguatkan metodologi dan menjaga integritas dalam setiap proses asesmen guna melahirkan kader-kader pimpinan bangsa yang unggul, berintegritas dan profesional demi masa depan Indonesia,” tutup Langgeng.(*/S.Simanjuntak)

Hari ke-10 Operasi Keselamatan Toba 2026 Pelanggaran Turun 56,7 Persen, Edukasi Dan Pengawasan Semakin Masif

RMN, Sumut – Memasuki hari ke-10 pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang dimulai sejak 2 Februari 2026, jajaran Polda Sumatera Utara terus mengintensifkan upaya edukasi, sosialisasi, serta pengawasan di lapangan guna meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.

Berdasarkan data penegakan hukum (Gakkum) hingga Rabu (11/2/2026), jumlah penindakan pelanggaran lalu lintas tercatat sebanyak 1.322 kasus. Angka tersebut mengalami penurunan signifikan sebesar 56,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 3.052 kasus.

Penindakan melalui sistem tilang elektronik (ETLE) tercatat sebanyak 252 kasus, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 52 kasus. Sementara itu, penindakan non-ETLE turun drastis menjadi 66 kasus dari sebelumnya 905 kasus. Teguran kepada pelanggar juga menurun menjadi 969 dibandingkan 2.095 pada tahun lalu.

Selain itu, petugas turut menindak 6 kendaraan pribadi yang digunakan sebagai angkutan umum (travel) tanpa izin serta 29 kendaraan over dimension dan over loading (ODOL) yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Secara kumulatif sejak hari pertama hingga hari ke-10, total penindakan tercatat sebanyak 10.667 tindakan, dengan rincian ETLE 1.692 kasus, non-ETLE 604 kasus, teguran 8.265, penindakan travel ilegal 17 kasus, serta ODOL sebanyak 89 kasus.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara menyampaikan bahwa tren penurunan pelanggaran menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat selama operasi berlangsung.

“Operasi Keselamatan Toba 2026 lebih mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif melalui edukasi serta himbauan kepada masyarakat. Penurunan angka pelanggaran hingga lebih dari 56 persen ini menjadi indikator positif bahwa kesadaran tertib berlalu lintas semakin meningkat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penegakan hukum tetap dilakukan secara profesional dan proporsional, khususnya terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk terus mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm dan sabuk pengaman, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Dengan capaian tersebut, Operasi Keselamatan Toba 2026 di hari ke-10 menunjukkan tren yang semakin positif, seiring sinergi antara edukasi, pengawasan, dan penegakan hukum yang terukur di seluruh wilayah Sumatera Utara(*/S.Simanjuntak).